Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Cerpen] Sesal Di Ujung Perjalanan Waktu - Defras Espen

Sumber gambar : https://pixabay.com/illustrations/light-circles-points-abstract-face-2935944/

Sesal di Ujung Perjalanan Waktu


Pada hari itu, langit biru dan sinar matahari hangat menyapu jalan-jalan kota kecil. Daniel, seorang pria muda, dengan senang hati melihat koleksi barang antik di dalam sebuah toko barang antik. Dia menemukan jam pendulum tua yang sangat menarik di salah satu sudut toko. 

Daniel bertanya, "Berapa harganya?" 

Pemilik toko dengan senyum ramah menjawab, "Sangat kuno, itu. Tapi sepertinya tidak terjual selama bertahun-tahun." 

Jam pendulum itu menarik Daniel. Dia langsung membelinya tanpa berpikir panjang. 

Sesuatu yang aneh terjadi saat dia meletakkannya di dinding apartemennya. Daniel merasakan sensasi aneh yang mirip dengan tarikan kuat saat jam pendulum tua itu mulai berdetak.

Baca Juga : Tips Mudik Lebaran - Uli Nasifa

Ruangan tiba-tiba berputar, warna-warni berkelebat di sekitarnya, dan dia merasakan dirinya terbawa dalam aliran waktu yang kuat. 

Daniel tersadar ketika semuanya berhenti. Meskipun dia tinggal di pusat kota yang sama, semuanya terlihat berbeda. Orang-orang yang mengenakan pakaian dari masa Victoria berkumpul di jalan-jalan setelah bangunan tua dipugar. 

Daniel terheran-heran. Dia menyadari bahwa dia telah melakukan perjalanan melintasi waktu, tetapi sebelum dia bisa memahaminya, dia mendengar suara ribut di seberang jalan.

Dia pergi ke kerumunan dan melihat seorang pria tua bertarung dengan sekelompok kriminal. Daniel melompat untuk membantu tanpa berpikir dua kali. 

Mereka berhasil mengusir penjahat itu dengan bekerja sama. Dengan mata bersinar, pria tua itu menatap Daniel.

Baca Juga : [Cerpen] Jalan Memaafkan - Agus Mustain

Terima kasih, remaja. Anda adalah pahlawan nyata! 

Meskipun dia tersenyum, Daniel kemudian menyadari bahwa tindakannya mungkin telah mengubah sejarah. 

Dia merasa bingung. Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Bagaimana dia melihat ke depan? Daniel menemukan sesuatu dengan bantuan pria tua itu bahwa ada tradisi kuno yang dapat membantunya kembali ke zaman sekarang. 

Meskipun demikian, dia harus kembali ke tempat di mana dia pertama kali tiba. Daniel mengikuti petunjuk dengan hati-hati dan kembali ke toko barang antik.

Dia menemukan jam pendulum tua itu, tetapi kali ini dia sangat gelisah ketika mendekatinya. 

Baca Juga : [Cerpen] Aku Dan Depresi - Ainur Hasanah

Pria tua itu berkata, "Dengan memegang mesin penunjuk waktu itu, kamu akan kembali ke tempatmu yang seharusnya." 

Daniel menelan ludah. Dia merasa tidak yakin. Apakah dia bersedia meninggalkan lingkungan di mana dia telah berkembang menjadi pahlawan? Dia akhirnya menyadari bahwa tindakannya memiliki dampak yang lebih besar daripada kepuasan sesaat. 

Dia merasakan tarikan yang kuat lagi saat dia memegang mesin penunjuk waktu dengan hati berat. Dia berdoa agar semuanya berjalan sesuai rencana.

Daniel menutup mata dan membiarkan dirinya terbawa oleh waktu saat semuanya berputar kembali. 

Baca Juga : [Cerpen] Perjalanan Waktu Bersama Piri - Ghefira Khairunnisa

Ketika dia membuka mata lagi, dia berada di apartemennya di era modern. Dia merasa tenang dan berterima kasih. 

Meskipun pengalaman masa lalu telah mengubahnya, dia tahu bahwa kembali ke tempatnya yang seharusnya adalah keputusan yang tepat. 

Dari pengalaman itu, dia belajar bahwa tanggung jawab besar datang dengan kekuatan perjalanan waktu. Daniel kembali ke masa depan yang tak terduga dengan perasaan tenang.

Diberdayakan oleh Blogger.
close