Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Puisi] Kalah - Egi David Perdana

Sumber gambar : https://pixabay.com/illustrations/fail-lose-failing-failure-business-1714367/

Kalah

Genre : Romansa


(*)

Kucumbui segenggam seroja retak,

Lalu kutelanjangi sampai ia terkapar,

Namun selayaknya kunodai persepsi kosong,

Hanya kudapati buaian-buaian penuh pesimistis,

Aku kalah.



(**)

Lalu kususun asaku sebelum ia kembali jatuh,

Namun ia tersungkur dan tersungkur lagi,

Sesalku, aku malah ketuk ia yang sedang terluka,

Sehingga retaklah ia di hadapanku,

Dan aku kembali kalah.



(#)

Aku ulangi kekalahanku,

Aku tempatkan dia dalam ruang istimewa,

Ruang penuh wine dan wanita,

Debu berkostum keelokan.



(***)

Peganglah tanganku,

Mari menenggelamkan diri bersama,

Imanilah bahwa kita akan menjadi buih,

Layaknya kekalahan paling kesohor sepanjang masa,

Dalam dongeng yang dibisikkan ayah bunda, dulu,

Dan kekalahan kita pun saling bercumbu di ruang yang sama.



(****)

Kebencianmu pada kekalahan,

Seumpama kita tak dinaungi mentari yang sama,

Ketika aku dalam terang kau dalam gelap,

Bernafas diatas perdebatan,

Seroja retak'ku,

Kau semakin mustahil untuk aku gapai.



(##)

Permohonanku, maukah kau kubawa pada apa yang kau inginkan?

Mari…

Kutempatkan di ruang teristimewa,

Tempat dimana tiada pernah aku tercipta,

Dan rasa sakitmu karena aku tak'kan pernah ada lagi.



(End 1)

Di pesisir itu hanya ada satu buih,

Itu aku.



(End 2)

Di pesisir itu hanya ada satu buih,

Dan sekarang pecah.



(End 3)

Kau mencumbui kekalahanku



(End 4)

Kau cumbui kekalahan yang kau benci itu.

Baca Juga Puisi Lain Di Penadiksi :

Diberdayakan oleh Blogger.
close