![]() |
| Puisi. |
Ritus Dingin di Kalisalak
Sisa gerimis masih bergelayut di ujung daun pakis,
Menetes satu-satu, membasahi terpal tenda yang kian tipis.
Di Desa Kalisalak, waktu seolah berhenti berdetak,
Hanya aroma tanah basah yang menyeruak ke relung sesak.
Gomblang bergemuruh di balik tirai kabut putih,
Suaranya lebih parau, membawa pesan dari hulu yang bersih.
Lembah Kedungbanteng kini bermandikan uap kelabu,
Menyembunyikan jalan setapak di bawah kaki gunung yang membiru.
Lampu-lampu kecil mulai menyala di antara batang pinus,
Melawan hawa Banyumas yang menusuk, dingin dan tulus.
Di depan perapian yang payah untuk menyala,
Kita bertukar cerita tentang rintik yang tak kunjung reda.
Dunia di luar sana mungkin sedang sibuk dan bising,
Namun di sini, usai hujan, segalanya terasa hening.
Hanya ada kita, gemericik air, dan hutan yang terjaga,
Menikmati magis Kalisalak dalam balutan doa yang bersahaja.
Purwokerto, 14 Februari 2026
U. Gunawan
Baca Juga Puisi Lain Di Penadiksi :




.png)