Di Bawah Langit Kalisalak
Di kaki Slamet yang memeluk sepi,
Kalisalak membentang, hijau tak bertepi.
Bukan sekadar tanah tempat berpijak,
Tapi simfoni alam yang mengajak jejak beranjak.
Kabut tipis turun serupa sutra,
Membasuh rimbun pinus dalam aroma purba.
Di sini, waktu seolah berhenti berdetak,
Hanya suara air terjun yang riuh bertalu-talu di antara retak.
Kedungbanteng menyimpan rahasia,
Tentang gemericik air yang bening tanpa noda.
Malamnya bukan sunyi yang mencekam,
Tapi nyanyian jangkrik di bawah langit hitam yang legam.
Api unggun menari, memahat bayang di tenda,
Menghangatkan jiwa dari dingin yang menyapa.
Kalisalak adalah pulang yang paling tenang,
Di mana rindu pada alam, selalu menemukan jalan untuk menang.
Purwokerto, 14 Februari 2026
U. Gunawan
Baca Juga Puisi Lain Di Penadiksi :




.png)