Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Puisi] Membasuh Debu di Ambang Pintu-Mu - Yeni Purwanti Wardiningsih

Puisi Membasuh Debu di Ambang Pintu-Mu
Puisi.

Membasuh Debu di Ambang Pintu-Mu

‎Di ufuk sana, hilal mulai membujur malu,

‎Membawa kabar tentang tamu yang agung dan biru.

‎Namun, kulihat ke dalam dada, ada jelaga yang membatu,

‎Sisa-sisa khilaf yang menumpuk seiring waktu.

‎Aku adalah hamba yang tertatih di gang-gang dosa,

‎Membawa ransel penuh noda, beratnya menyesakkan dada.

‎Lidah yang acapkali tajam melukai sesama,

‎Serta hati yang sering lalai, buta akan cahaya-Nya.

‎Kucoba menyapu ruang batin yang kusam,

‎Dari dengki yang mengakar dan amarah yang menghitam.

‎Kutepis riya yang diam-diam menyelinap tajam,

‎Agar ikhlas bisa tumbuh sebelum malam semakin kelam.

‎Tuhan, izinkan aku membasuh diri yang hina ini,

‎Dengan air mata taubat yang luruh dengan murni.

‎Ramadan sudah di depan mata, hampir menghampiri,

‎Tak layak kiranya aku bertamu dengan jiwa yang kotor begini.

‎Biarlah puasa nanti bukan sekadar menahan dahaga,

‎Tapi juga memuaskan dahaga jiwa akan ampunan-Mu yang tak berhingga.

‎Bersihkan aku dari sisa-sisa dunia yang fana,

‎Kembalikan aku pada fitrah, pada suci yang paling nyata.


 _‎"Ya Allah, sampaikanlah kami pada Ramadan dalam keadaan hati yang lapang dan diri yang telah Kau ampuni."_



Purwokerto, 15 Februari 2026

Yeni Purwanti Wardiningsih

Baca Juga Puisi Lain Di Penadiksi :

Buku Puisi  Mungkin Kamu Suka :

Buku Antologi Puisi Sejuta Harap Baru.

Jika kamu suka dengan puisinya, mohon bantuan untuk share✨ Supaya website ini berkembang dan bisa dibaca oleh banyak orang. Terimakasih✨.

Memuat postingan...
Diberdayakan oleh Blogger.