Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Generasi Peduli Bumi, Jangan Hanya Teriak, Mari Bergerak

Sumber foto : https://pixabay.com/id/illustrations/pemanasan-global-membakar-bumi-1494965/

Assalamu'alaikum sobat, taukah kamu jika saat ini bumi kita sedang tidak baik-baik saja? Terjadi perubahan iklim diantaranya pemanasan global, bahkan saat ini menginjak global boiling.

Sebagaimana dilansir dari CNBCIndonesia.com, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB), Antonio Guterres, bikin geger. Ia menganggap, kini bukan lagi eranya pemanasan global atau global warming, melainkan sudah masuk ke era pendidihan global atau global boiling.

Soooo, jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan global boiling?

Istilah Global Boiling adalah istilah yang baru-baru ini mulai muncul dalam wacana tentang perubahan iklim. Ini mengacu pada kondisi di mana suhu rata-rata global terus meningkat secara drastis, mengakibatkan perubahan iklim yang lebih ekstrim, dan sulit untuk diperbaiki.

Risiko ketika global boiling terjadi antara lain meningkatnya risiko kebakaran hutan, kerentanan ketahanan ekosistem, berkurangnya keanekaragaman hayati, masalah kesehatan, kenaikan suhu kritis sebesar 1,5 derajat celcius, sampai ancaman pada ketahanan pangan.

Baca Juga : Bisnis Online, Keuntungan dan Contoh - Contohnya

Beberapa penyebab dan dampak dari global boiling adalah sebagai berikut :

- Peningkatan Emisi Gas Rumah Kaca

- Naiknya Permukaan Air Laut

- Kondisi Cuaca Ekstrim

- Kerusakan Lingkungan dan Kehilangan Biodiversitas

Selain itu, terjadi kerusakan hutan yang dimana sebenarnya hutan memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Fungsi hutan antara lain untuk diambil hasilnya, mengatur kesuburan tanah, mengatur ketersediaan air, dan menjadi tempat perlindungan flora dan fauna. Namun, pada faktanya saat ini begitu banyak terjadi penggundulan hutan dan tak ada reboisasi.

Kemudian adanya pencemaran sungai akibat dari pembuangan sampah atau limbah sembarangan, sehingga air sungai menjadi tercemar. Mengakibatkan ekosistem di area sungai menjadi terganggu, banyak ikan yang mati hingga penurunan kualitas air. Pencemaran sungai juga sangat mengganggu kenyamanan serta kesehatan, terlebih bagi warga sekitar yang memanfaatkan air sungai.

Baca Juga : Sikap Takabur (Materi Khutbah Jum'at)

Taukah sobat, bahwa semua yang terjadi atau kerusakan lingkungan ini akibat ulah manusia yang serakah dan mementingkan dirinya sendiri. Hingga mata hati dan telinga nya tertutup, tak mau mendengar para aktivis peduli bumi dan tak mau melihat keadaan masyarakat yang terkena dampak seperti kebanjiran, cuaca ekstrim, masalah kesehatan yang timbul, hewan yang kehilangan habitatnya, dan lain-lain.

Allah SWT. berfirman dalam Alquran Surah Ar-Rum ayat 41, 

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Sobat, sudah banyak para aktivis peduli bumi berteriak menyuarakan agar masyarakat sadar untuk peduli dan cinta terhadap bumi yang kita tinggali. Namun, jika hanya sebagian masyarakat saja yang sadar dan sebagian yang lainnya tidak, hingga bahkan mengeksploitasi sesuka hati serta demi kepentingan pribadi, maka tidak akan pernah terwujud untuk mengembalikan bumi yang indah dan lestari.

Campur tangan dan kerjasama dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari elemen terkecil hingga terbesar, sangat diharapkan. Karena tujuan utama untuk mengembalikan keadaan bumi dalam kondisi sehat seperti dulu butuh elemen masyarakat untuk bersatu, bersama, dan bergerak.

Baca Juga : [Cerpen] Aku, Gadis Penuh Luka - Zakia

Dalam Islam, sebagai agama yang rahmatan lil alamin, membawa rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya mengatur perihal ibadah saja, tetapi seluruh lini kehidupan manusia, termasuk mengatur bagaimana seharusnya sikap manusia terhadap alam semesta. Berikut tiga solusi untuk mengatasi kerusakan lingkungan menurut Islam yang termuat dalam Al-Qur’an, dikutip dari Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir :

Keimanan dan Ketakwaan. Bagi Islam, lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan manusia terhadap Tuhannya. Dengan kata lain, perilaku manusia terhadap lingkungannya adalah cerminan dari tingkat keimanannya kepada Tuhan. Sementara itu, ketakwaan adalah kesadaran bertanggung jawab yang memelihara manusia dari kecerobohan, ketidakadilan, dan keangkuhan.

Sadar Lingkungan. Manusia yang sadar lingkungan berarti juga sadar akan peran serta fungsi dirinya sebagai khalifah di Bumi. Kesadaran atas lingkungan ini termasuk ciri dan perbedaan manusia dengan makhluk hidup lainnya.

Baca Juga : [Cerpen] Aku dan Depresi - Ainur Hasanah

Pengelolaan yang Berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan secara baik dan benar adalah salah satu tugas manusia di Bumi. Manusia diciptakan dengan akal pikiran, hati, dan perasaan serta kelengkapan fisik biologis agar dapat menjalankan fungsi dan tugasnya.

Wallahua'lam bishawab

_______________________

Oleh : Rantika Nur Assiva
Mahasiswi Institut Ummul Quro Al Islami Bogor.
Diberdayakan oleh Blogger.
close