Selamat Datang di penadiksi.com

Sikap Takabur (Materi Khutbah Jum'at)

 Sumber Foto : Freepik.com
 
 
 
   Kita bersyukur, karena nikmat Allah Swt. yang banyak dan tak terukur. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw. Junjungan alam yang memiliki akhlak dan budi yang luhur. Juga kepada keluarga dan para sahabat yang lebih dahulu kepadanya mereka bertauladan dan berfigur.

   Khotib berwasiat memberikan sepatah kata sebagai sedikit pitutur, bertakwalah kepada Allah sesuai dengan jalur, berhati - hatilah meskipun menjalankan takwa, terkadang ada duri dijalanan yakni sifat sombong dan takabur. 

  فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ   
  
   Maka janganlah kalian mengatakan dirimu suci, dialah Allah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. Begitulah surat An - Najm ayat ke 32 memberikan peringatan dan petunjuk.

   Hadirin kaum muslimin, didalam masjid kita duduk dengan khusyu dan tawadhu., berbaris rapih, berjajar lurus dan teratur, dengan rahmat Allah yang maha pengasih lagi maha pengatur.

   Mari kita bertadabur, dengan adanya firman Allah surat Luqman ayat 18, yang menceritakan Luqmanul Hakim kepada anaknya memberikan peringatan dan pitutur, supaya tidak memiliki sifat sombong dan takabur.


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ   

   Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan takabur, dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh diri tidak diukur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang sombong lagi membanggakan diri dan takabur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang,

مختال معجب فى نفسه   

   Membangga - banggakan apa yang ada didalam dirinya.

  فخور اي على غيره   

   Sombong kepada orang lain.  

   Mungkin apakah itu karena banyak harta, melimpah ruah dan bertabur, tinggi jabatan, banyak jasa sekalipun ilmu tinggi, hingga menjadi selebriti, tenar dan masyhur. والله اعلم بالصواب Tafsir Ibnu Katsir halaman 446 juz 3.

   Hadirin kaum muslimin, tidak hanya pada alam kita bertadabur, tetapi terhadap ayat - ayat Al - Qur'an lebih penting kita tadabur. Kita sebagai orang tua bagi anak - anak kita merupakan figur, tidak boleh kita bersikap takabur, peringatilah anak - anak kita melalui pitutur, janganlah kalian takabur.

   Orang yang takabur biasanya tidak suka jujur, meskipun salah tidak mau diperingati dan diatur, apalagi ditegur. Ia menjadi gila hormat, gila pujian lupa daratan mana barat, mana timur.

   Sabda nabi Saw. berkaitan dengan sikap takabur 

الكبر بطر الحق وغمط الناس   

   Menolak kebenaran dan menyepelekan orang lain itulah yang disebut takabur.

   Meskipun kesalahan kepada diri kita membentur, kebenaran dari orang lain kita tidak peduli. Berarti kita sudah terkena duri yang dinamakan takabur.

   Sekian Khutbah yang bisa khotib kutip dan tutur, semoga Allah menjauhkan kita dari sikap takabur, semoga pahala amal kebaikan kita tidak luntur dan dosa - dosa kita semua dilebur.

...اغفرلنا يا الله يا غفور 

بارك الله لي ولكم في القران  العظيم ونفعني و ايّاكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم  

..وتقبّل مني و منكم  تلاوته انّه هو السميع العليم

اقول قولي هذا واستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المؤمنين والمؤمنات والمسلمين  والمسلمات فاستغفروه انّه هو الغفور الرحيم ..

 

Baca Juga : 

- Akhlak Nabi Saw. Terhadap Anak Kecil (Materi Khutbah Jum'at)

Diberdayakan oleh Blogger.