Selamat Datang di penadiksi.com

[Cerpen] Malam Itu - Pena Malam

Sumber Foto : Freepik.com

 

 

MALAM ITU

 

-03.15 am


Teet..Teet..Teet!

   Suara alarm yang berasal dari ponsel pintarku membangunkanku dari nyenyaknya tidur malam itu. Aku meraba kesamping untuk meraih ponsel itu dan mematikan alarm, jam menunjukan pukul 3 dini hari. Mataku mengerjap beberapa saat sebelum benar-benar terbuka, kuturunkan kakiku dari ranjang dan ku tekan saklar yang membuat lampu kamarku yang semula mati menyala kembali.

   Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul, aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Kubasuh wajahku untuk menghilangkan kantuk yang sulit hilang, ku lap wajahku dengan handuk sebelum berjalan mengambil segelas air putih untuk kuteguk. Kulihat ayah, ibu dan adikku yang masih bergelut dengan mimpi mereka, tak kuhiraukan,aku kembali melanjutkan kegiatanku.

Ceklek..

   Aku menyalakan kompor dan segera meletakan panci kecil diatasnya, ku isi air dan kumasukan mie kedalamnya. Kutunggu hingga mie dan nasi yang baru saja ku tanak masak. Malam itu aku berniat untuk sahur dan berpuasa esok harinya, karena sebagai perempuan pada Bulan Ramadhan kemarin aku tidaklah penuh berpuasa hingga harus diganti.

   Aku segera mencampur bumbu beserta mie yang telah masak dan memasukan nasi kedalamnya,ku aduh hingga rata dan kumakan hingga perutku cukup kenyang untuk esok. Setelah berniat berpuasa aku kembali kekamarku,ku buka buku tebal bertuliskan SIAGA UN dan mulai kubaca. Entah kenapa setelah lama membaca mataku mulai mengantuk,tapi tak kuhiraukan ,aku masih terus membaca untuk persiapan Try Out esok hari.

   Jam tak berhenti berdenting,tak terrasa waktu telah menunjukan pukul 04.50 am. Aku masih setia dengan buku dan pensilku,adzan subuh berkumandang,aku masih berkutik dengan bukuku,hingga aku tak menyadari jika aku sudah terlelap diatas buku itu.

.

.

   Suara tepuk tangan terdengar bergemuruh dilapangan itu,sekali lagi SMA N 1 N*NGG*NG memenangkan pertandingan dengan sekolah yang tak kalah hebat. Pertandingan berakhir,aku bangkit dari dudukku dan berjalan beriringan bersama kedua temanku untuk pulang,mereka terdengar membicarakan para pemain yang cukup mengesankan hari ini. Seorang teman menghampiriku “Ris,kita sekolah disini yuk” ajaknya,aku menautkan alisku dan langsung saja menggelang sambil berkata “ Ogah” sambil melenggang meninggalkannya dengan temanku yang satunya. Aku tau mereka mmebicarakan sikapku yang cuek,tapi saka sekali tak ku gubris tingkah mereka.

.

   Siaang itu cuaca cukup cerah,tapi sungguh aku merasa sangat bosan terlebih tak ada adikku dirumah. Aku mengeluarkan sepeda dan menggiringnya menuju SMA,dimana adikku sedang bermain sekarang.

   Kulihat adikku sedang bermain dengan bola basket bersama teman-temannya,kuletakkan sepedaku dan kuhampiri mereka. “de minjem dong” ujarku,adikku melempar bola itu kearahku  dan aku malah menangkisnya hingga bola itu ditangkap oleh seorang anak lelaki.

   Anak lelaki itu menghampiriku dan memberikan bola basket itu,”kalo gak bisa, jangan maen” ketusnya, aku menautkan alisku heran atas sikapnya. Ku berikan bola itu pada adikku dan kuhampiri anak lelaki yang kini tengah duduk bersama tiga teman perempuannya. “eh,gue cocok gak sama dia,gue Delon” ujarnya sambil menunjuk pada seorang gadis cantik berbaju hitam yang duduk disebelahnya. Aku hanya dapat mengangguk “iya cocok,kayak Delon yang diTV,mirip” jawabku setuju,lelaki itu hanya cengengesan tak jelas.

   Aku hampir saja lupa tujuan utamaku untuk datang kesana,aku ingin belajar bersepeda. Aku menyusuri setiap lorong sekolah itu setelah pamit pada sekumpulan anak yang tak kukenal tadi,semakin berjalan menuju ujung lorong,lorong itu bertambah gelap dan sempit. Aku terus berjalan hingga aku sampai di ujung lorong yang hanya memiliki cabang kearah kiri,aku mengikuti arah itu,terdapat tangga yang meuju sebuah lantai terbawah. Anehnya tangga itu seperti terputus,karena ada beberapa anak tangga yang tak ada sehingga aku harus melompat ketika hendak turun.

   Ku edarkan peglihatanku kesegala penjuru ruangan yang tak terlalu luas dan terlihat agak gelap itu,hingga mataku menangkap sebuah tangga yang seperti sengaja diputus oleh tembok. Aku semakin heran namun rasa penasaranku kalah besar, aku terus berjalan hingga aku menemukan sebuah kalung atau lebih tepatnya tasbih yang terbuat dari kayu tergeletak dilantai. Aku memungut tasbih yang terlihat menarik itu, aku mengenakannya dan segera berbalik. Namun betapa kagetnya aku karena bocah lelaki yang tadi berada diluar kini telah berada dihadapanku dengan senter ditangannya,aku terlonjak kaget “lo ngagetin gue tau gak!” kesalku,”lo napain disini?” tanyanya “lo ngapain disini?kalo gue disini karena rumah gue emang disamping sekolah” jawabnya. Aku malas menjawabnya dan melah nerlalu meninggalkan anak lelaki itu menuju arah yang berlawanan, aku tengokan kepalaku kearah kiri. Jantungku berdegup kenacang,perasaan takut menyelimutiku saat kulihat ruangan yang begitu gelap gulita. Aku langsung mengambil langkah seribu dan berlalu keluar karena ketakutan,menyisakan beribu tanya pada benak anak lelaki itu.

.

   Aku duduk didepan sang ibu yang kini tengah menyisir rambut panjang nan lebatku,mata dan jemariku tak henti memainkan kalung yang baru saja ku temukan tadi siang. Suasana malam itu tampak seperti biasa,adikku iseng memainkan ponsel dan mem-video-ku yang sedang disisisr ibuku. Matanya tampak mengerjap beberapa kali ketika melihat sosok yang asing dipenglihatannya, aku yang tak ingin tahu hanya menghiraukan adikku itu.

.

   Aku berbaring sambil memainkan poselku,tanganku bergerak menggeser layar sampai ibu jariku menekan sebuah video yang dikirim lewat WA. Aku membuka video yang memperlihatkan kegiatanku kemarin,namun betapa terkejutnya aku saat mataku menangkap sosok wanita berambut panjang yang berada  dibelakangku dengan ekspresi yang sungguh menyeramkan. Aku segera memperlihatkan video itu pada ibuku yang juga tak kalah kaget,apa sesungguhnya itu?batinku tak berhenti bertanya.

   Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat malas untuk shalat,beberapa kali ayahku menegurku,namun kuhiraukan tegurannya. Aku merasakan keanehan pada diriku setelah mengenakan kalung itu. setiap aku menyisir,aku selalu merasakan ada yang memainkan rambutku. Dan sosok wanita menyeramkan itu selalu ada dibelakangku setiap tak sengaja tertangkap kamera.

   Aku merasa sangat penasaran,akhirnya aku memutuskan untuk mencaritahu kebenaran dari sosok itu. aku beranikan diri untuk merekam diriku sendiri saat sedang disisir,dengan perasan takut yang sungguh tak dapat tergambarkan aku melihat sosok itu tepat dibelakangku dengan badan terbalik seolah dia berada diatap. “bu,it-itu” ucapku terbata sambil menunjuk pada kamera,ibuku terdiam dan tampak biasa saja,berbeda denganku yang semakin ketakutan.

   Sosok itu berwajah merah padam dengan rambut panjang dan gimbalnya,taringnya menyeruak keluar dan seriangai menyeramkannya tak pernah hilang. Sesekali tanganya yang besar dengan kuku jari yang melengkung tajam memainkan rambutku,aku semakin ketakutan. Sekarang aku tahu kalung itu adalah penyebabnya. Aku mulai membacakan ayat suci al-qur’an,awalnya tak ada reaksi,tapi lama kelamaan sosok itu terlihat menggeram dan kepanasan. Aku segera melempar kalung itu kelantai dan seketika kalung berbentuk tasbih itu meledak,aku dan ibuku terduduk dilantai karena ketakutan.

   Aku memeluk tubuh ibuku begitu erat saat sosok itu tiba-tiba keluar dari lemari,dia merangkak mendekati ibuku hingga arwah ibuku melayang dan sosok itu hilang. Anehnya ibuku tak mengalami apapun,dia seperti  tak merasakan arwahnya yang telah terbang bersama sosok itu.

.

.

   Tubuhku mengerjap dan seketika aku terbangun,ternyata semua itu hanya mimpi. Jantungku berdegup kencang setelah mendapat  

   Mimpi yang begitu menyeramkan. Ternyata aku terlelap diatas bukuku hingga melupakan shalat subuh,mungkin itu yang membuatku bermimpi buruk.

   Waktu menunjukan pukul 06.00 am,aku terbangun dengan perasaan aneh yang masih terasa akibat mimpi tadi. Sekarang aku sadar aku tak boleh tertidur saat adzan,sungguh ini mimpi paling nyata dan paling menyeramkan yang pernah kualami. END.


(Author : Pena Malam) 

Kumpulan Cerpen (Cerita Pendek) Lainnya!

Diberdayakan oleh Blogger.