Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Puisi] Bagaikan Payung - Mutawarudin

Puisi bagaikan payung
Di derasnya hujan cobaan, muncul seseorang yang bagaikan payung, menaungi ia yang menjadi pusat amat berarti. 
Dalam genggaman payung itu, ia menemukan perlindungan dari tiap tetesan hujan yang mencoba membasahi.
Ia yang diagungkan, menjadi tujuan berharga bagi payung yang setia itu. 

Namun, layaknya takdir yang tak terelakkan, deras hujan cobaan pada akhirnya mereda. 
Pelangi memancarkan cahaya warna-warni indah di langit hati yang pernah dilanda sendu.
Tentu hal itu, membuat payung merasa tugasnya selama ini telah selesai. 

Dengan hati yang perlahan kembali ke dalam ketenangan, ia meninggalkan seseorang yang pernah menjadi tempat perlindungan. 
Yang tersisa hanyalah kenangan yang semakin pudar, seperti bayangan yang terhapus oleh sinar pelangi yang baru hadir.
Dalam indahnya pelangi, kehadiran payung pun terlupakan dan menjadi kenangan.

Kesudahan payung adalah bagian dari proses menuju kesadaran, bahwa insan juga mampu menjalani kehidupan baru, tanpa bantuan pelindung dari masa lalu yang pernah merangkul.
Meskipun payung itu tergeletak dan menjadi hal yang telah berlalu, kita tetap dapat mengenang kebaikan yang pernah dihadirkan.
Dan bagi payung, semua akan hal itu sudah cukup, tuk berikan banyak rasa.
 
Puisi Lainnya :

________________________________

Mutawarudin 

Bimbingan dan Konseling Islam 

Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor 

Jl. Moh Noh Nur No. 112 Leuwiliang Bogor 

mutawarudin38@gmail.com


Diberdayakan oleh Blogger.
close