Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Hakikat Manusia - Rizka Awaliah

Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/manusia-salju-musim-dingin-rumput-4674856/
Allah menciptakan semesta alam dengan kesempurnaan isinya. Bintang, bulan, planet, bahkan isi dari planet tersebut seperti tumbuhan, hewan dan manusia yang ada di bumi. Manusia merupakan makhluk
ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia memiliki banyak keistimewaan dan keunikan dari makhluk lain.

Namun, benarkah kita telah menjadi manusia seutuhnya? Manusia dalam perspektif Al-quran memiliki dua persaman kata, yaitu berasal dari kata insan dan basyar. Manusia menurut Al - Quran berasal dari kata insan (asal kata uns’) yang memiliki arti jinak; humoris.

Dalam arti ini, kata insan ditinjau dari pengertian manusia dalam aspek spiritual. Maka ayat – ayat yang
mengandung kata insan merujuk pada ayat perintah untuk spiritual. Sedangkan pengertian manusia dari
kata basyar ditinjau dari pengertian manusia dalam aspek biologis, atau proses manusia menuju dewasa.

Dunia filsafat diluar islam juga memiliki definisi manusia tersendiri. Beberapa pendapat para ahli filafat
dunia mengenai definisi manusia adalah :

1. Sokrates menyebutkan bahwa manusia adalah seorang individu

2. Plato menyebutkan bahwa manusia tidak akan pernah dapat lepas dari kehidupan social dan
politik atau…

3. Sastrapratedja menyebutkan bahwa manusia dalah makhluk historis atau sejarah. Sebagaimana
pengertian sejarah dalam Bahasa arab yaitu sajarotun yang artinya pohon, manusia tumbuh dari
tunas hingga menjadi pohon, kemudian berbuah, menua, mati, dan tumbuh kembali.

4. Conte menyebutkan bahwa untuk mendefinisikan mnausia tidak dapat dilihat dari sudut pandang
fisik, kimia dan biologi saja, oleh karena ini dia membuat sebuah peribahasa “mengenal diri
adalah mengenal sejarah.”

5. Ernst Cassier mengungkapkan bahwa manusia tidak dapat definisikan dengan sifat fisika, karena
ciri manusia ada pada karyanya.

Baca Juga : Filsafat Ketuhanan dan Jiwa (Ya'qub bin Ishaq al - Kindi)

Manusia memiliki 3 konsep perilaku yang menjadi pembeda sekaligus keistimewaan dibandingkan
makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Konsep perilaku manusia terdiri atas:

1. Motif dan Kebutuhan Fisik

Motif dan kebutuhan fisik ini membuat manusia memliki perilaku hewani, seperti lapar, mengantuk,
nafsu, serta kebutuhan seperti tidur, makan, dan lain – lain.

2. Motif dan Kebutuhan Ruh

Motif dan kebutuhan ruh membuat manusia memiliki perilaku malaky atau malaikat, seperti kasih sayang, sabar, dan lain-lain.

3. Keistimewaan Manusia

Manusia memiliki banyak keistimewaan sebagai mahkluk paling sempurna yang diciptakan dengan akal juga hati, memiliki nafsu juga perasaan. Keistimewaan manusia yaitu, adanya jiwa, sabr (sabar), qolb (hati), fuad (hati nurani), dan …

Tiga konsep perilaku manusia yang saling berhubungan di atas perlu diikat dengan sikap tawazzun, yaitu keseimbangan dalam hidup. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna dicipakan dengan perilaku hewani dan Malaki, jika manusia tidak memiliki keseimbangan hidup maka salah satu perilaku akan mendominasi dirinya, dan hal ini bukanlah hal yang baik. Jika manusia dominan dengan perilaku hewani, dia akan menjadi tamak, sombong, dan takabur.

Baca Juga : Seni Berkomunikasi, Mengembangkan Diri dengan Berarti untuk Orang Lain

Sedangkan perilaku malaky akan membuat manusia pasrah, dan tidak memikirkan keduniaan. Kesempurnaan manusia tidak terlepas dari bahan penciptaannya. Allah awt telah memberikan penjelasan mengenai penciptaan manusia dalam Al-quran, adapaun unsur-unsur penciptaan manusia yang telah disebutkan Allah swt dalam kitabnya yaitu:

- Unsur materi

Hal ini sesuai dengan firman Allah swt Q.S. As-sajdah: 7-8 yang artinya :

“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah (7) Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani) (8)”

Ayat tersebut menyebutkan dengan tegas bahwa manusia dibuat dari tanah/sperma. Unsur materi merupakan unsur pembentuk fisik manusia. Apabila manusia hanya fokus dan mengagungkan unsur
materi dalam dirinya, dia disebut sebagai manusia rendah.

Baca Juga : Pengertian Ilmu Hadis, Macam - Macam dan Manfaat Mempelajari Ilmu Hadis

- Unsur Non-materi

Ayat yang menjelasan pembentukan manusia dari unsur non-materi terdapat pada Q.S. As - sajdah: 9 dan
Q.S. Al-qadr: 4)

“Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia
menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.” (Q.S. As-sajdah: 9)

Ayat ini menyebutkan bahwa mansia terbuat dari ruh, ruh inilah yang menjadi pembentuk manusia secara spiritual.
Diberdayakan oleh Blogger.
close