Selamat Datang di penadiksi.com

Kontak Pertama Islam dengan Ilmu Pengetahuan dan Filsafat Yunani

 Sumber Foto : Freepik.com
 
 
 
 
   Pada tahun 331 sebelum islam, terjadi pertempuran antara Alexander yang agung dengan Darius di Arbela. Pada pertempuran itu, Alexander mampu mengalahkan Darius dan menduduki Persia. Dengan masuknya Alexander ke Persia, menyebabkan terjadinya pertemuaan dua kebudayaan, yakni kebudayaan Yunani dan Kebudayaan Persia. Dalam keadaan seperti itu, Alexander tidak menghancurkan kebudayaan bangsa yang dikuasainya, tetapi justru mencoba menyatukannya. Ia mulai berpakaian Persia bahkan ia kawin dengan Statira, anak Darius. Dan ia pun menganjurkan jenderal - jenderal dan prajurit - prajuritnya kawin dengan wanita - wanita persia.

   Setelah Alexander meninggal, kerajaan besarnya terbagi menjadi tiga. Macedonia di Eropa, Kerajaan Ptolemeus di Mesir dengan Alexandria sebagai ibu kota dan Kerajaan Seleucid di Asia. Dua kerajaan, yaitu, kerajaan Ptolemeus dan Seleucid, sepeninggalan Alexander masih meneruskan upayanya untuk menyatukan dua kebudayaan, yakni kebudayaan Yunani dan Iran. Meskipun upaya itu tidak berhasil, akan tetapi usaha tersebut meninggalkan bekas besar didaerah ini. Misalnya, di Mesir dan Syiria, masih menggunakan bahasa administrasi pada zaman itu, yakni bahasa Yunani. Bahkan masih ada setelah islam masuk ke dua daerah tersebut, baru ditukar ke bahasa arab pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, pada abad ke - 7 M. Alexandria, Antioch dan Bactra menjadi pusat ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani.

   Pada masa Harun Ar - Rasyid, khalifah kelima bani Abbasiyah. Beliau memerintahkan untuk menerjemahkan buku - buku ilmu pengetahuan Yunani kedalam bahasa Arab. Karena pada dasarnya, khalifah Harun sangat mencintai ilmu pengetahuan, sehingga ia menginginkan pengetahuan - pengetahuan yang memicu peradaban Yunani bisa ia kembangkan dalam pemerintahannya. Dalam catatan, ada beberapa penerjemah yang masyhur di zaman itu. Seperti, Hunayn ibnu Ishaq, Sabit ibnu Qurra, Qusta ibnu Luqa,  Hubays dan Abu Bisr Matta ibnu Yunus.

   Pada masa itu, sebagian besar karya - karya Aristoteles, Plato serta karya neoplatonisme juga diterjemahkan. Sehingga bisa dengan mudah dibaca oleh alim ulama islam pada masa itu. Karya - karya filsafat terkhusus filsafat Yunani, menarik perhatian kaum Mu'tazilah, hal itu mempengaruhi pemikiran - pemikiran nya yang menitik beratkan daya akal. Seperti tokoh Mu'tazilah, Abu Huzail Al - Allaf, yang banyak membaca buku - buku filsafat. Karena hal itu, tidak mengherankan jika Mu'tazilah mempunyai corak pemikiran yang rasional.

   Tidak lama setelah itu, dalam lapangan ilmu pengetahuan. Muncullah ahli - ahli seperti Ibnu Haitam, Ar - Razi, Al - Biruni dan lainnya yang berasal dari dalam islam itu sendiri. Dengan begitu, kontak pertama islam dengan ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani, adalah ketika islam masuk atau menguasai wilayah yang sebelumnya telah memiliki budaya atau telah berbudaya Yunani didalamnya. Sedangkan, gerakkan besar, ilmu pengetahuan dan filsafat yunani masuk ke dunia islam adalah pada masa khalifah Harun Ar - Rasyid. Dan kemudian berkembang ke masa selanjutnya.

Diberdayakan oleh Blogger.