Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Tips Negosiasi Bisnis yang Baik dan Efektif : Kamu Menang dan Pelanggan Merasa Menang - Mushpih Kawakibil Hijaj

sumber gambar: https://pixabay.com/illustrations/icon-handshake-handshake-icon-1718868/
Negosiasi Bisnis.

Dalam negosiasi kamu harus membuat lawan negosiasimu merasa menang tanpa kamu mengalah. Dalam artian kamu menang merekapun merasa menang dengan kesepakatan yang telah terjadi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu pelajari agar negosiasi bisnismu berjalan dengan baik dan efektif:

1. Biarkan Mereka Lebih Banyak Berbicara

Tips pertama adalah jadikan dirimu pendengar yang baik. Biarkan mereka lebih banyak berbicara tentang hal yang sedang kalian negosiasikan. Kamu harus pahami bahwa setiap hal yang mereka bicarakan adalah informasi yang bisa sangat bermanfaat bagimu. Jadi, dengarkan, pahami dan manfaatkan.

Jika kamu bertanya, bagaimana cara memancing agar mereka lebih banyak berbicara? maka cobalah trik mengulang 1-3 kata yang mereka ucapkan. 

Contoh, seorang pelanggan menolak tawaranmu, dia mengatakan, 

"Aku merasa ragu untuk membeli produk ini." maka kamu jawab, "kamu ragu?" setelah itu diam dan mulailah mendengar, biarkan mereka berbicara dan menjelaskan lebih banyak tentang keraguan yang mereka rasakan. Pahami setiap apa yang mereka bicarakan, karena itu bisa jadi informasi yang bermanfaat. Kamu mungkin akan mendengar saran, kekurangan atau kesalahpahaman yang terjadi pada produkmu sehingga kamu bisa memperbaiki dan meluruskannya, itu sangat bagus untuk posisi negosiasimu pada saat itu atau pada suatu saat. 

Dengan trik mengulang kata yang tentunya disampaikan melalui nada yang sopan, kamu akan dianggap peduli dan mendengarkan pelanggan, itu akan membuat kedekatan personal kamu dengan mereka. Hubungan kedekatan ini, akan membantumu untuk menegosiasikan apapun.

Baca Juga: Bisnis Online, Keuntungan dan Contoh - Contohnya

2. Validasi Emosi Mereka

Negosiasi akan kamu menangkan jika timbul dalam diri pelanggan suatu kepercayaan. Ciptakan hal tersebut, diantaranya dengan memvalidasi emosi mereka. Terima perasaan negatif pelanggan, ketika mereka mengeluh padahal pelanggan lain tidak, jangan kamu membela diri, cukup terima, tanyakan apa yang mereka keluhkan dan berikan perbaikan yang bisa kamu lakukan atau pilihan yang mungkin mereka inginkan. Dengan memvalidasi perasaan mereka, kamu akan dianggap peduli dan pelanggan akan mulai mempercayaimu. Kepercayaan dari pelanggan adalah aset yang sangat bermanfaat ketika menegosiasikan apapun.

Baca Juga: Berikan Senyuman Untuk Pelanggan

3. Sentuh Apa yang Tidak Terlihat

Ketika kita bernegosiasi dengan pelanggan ada sesuatu yang terlihat dan ada yang tidak, namun yang tidak terlihat ini justru menjadi motivasi mereka untuk memilih "ya" atau "tidak". Contoh, ada pelanggan yang marah, hal itu terlihat oleh kita, yang tidak terlihat adalah orang tersebut merasa marah karena merasa pelayanan yang kita berikan lambat. Nah, fokus memperbaiki apa yang tidak terlihat tersebut jangan fokus pada kemarahannya karena hal itu malah akan memancing kita untuk membalas marah atau sakit hati. Perbaiki atau luruskan apa yang tidak terlihat yang menjadi motivasi mereka dan kamu akan menjadi seorang penjual yang lebih baik. Pelanggan akan merasa kamu mengerti apa yang mereka inginkan, dan kamu akan sangat dekat dengan kesepakatan apapun yang kamu inginkan.

Baca Juga: Apa itu Customer Persona atau Buyer Persona?

4. Jangan Khawatir dengan Kata "Tidak"

Tidak setiap kata "tidak" yang diucapkan oleh seorang pelanggan adalah hasil negatif. Justru pancinglah diawal pembicaraan agar mereka mengatakan "tidak". Hal ini mungkin berlawanan dengan strategi biasanya yang berusaha memancing kata "iya" dari pelanggan. Tapi ternyata kata "tidak " dari mereka bisa menjadi pertanda yang lebih baik. 

Pelanggan yang mengatakan "tidak" akan merasa kendali ada dibawah mereka, sehingga mereka akan cenderung aktif bernegosiasi. Sedangkan kata "ya" akan membuat mereka merasa pasif, karena setiap pembicaraan kita yang mengendalikan, mereka hanya menjawab "iya, iya dan iya". Padahal, kebanyakan orang suka berada dalam rasa mengendalikan, buatlah pelangganmu merasakan hal itu. 

Contoh pertanyaan yang memancing pelanggan mengucapkan kata "tidak": 

"Apakah hari ini kurang baik, untuk saya berbicara dengan anda?" ini lebih baik dibanding anda menanyakan, "Bolehkah saya berbicara dengan anda?" yang hanya memancing kata "ya atau boleh". 

Meskipun pada dasarnya keduanya tidak ada yang salah tapi memancing pelanggan mengatakan "tidak" diawal pembicaraan lebih kuat dampaknya daripada memancing mereka mengatakan "ya" karena dengan mengatakan "tidak" pelanggan akan merasa dirinya didengar, berada dalam posisi tidak dikendalikan siapapun dan secara tidak langsung memancing mereka untuk aktif serta lebih banyak berbicara. Karena ketika seorang pelanggan mengatakan "tidak", secara naluriah mereka akan tertuntut untuk menjelaskan kata "ya" nya mereka kepada kita. Contoh, ketika tadi kita bertanya "Apakah hari ini kurang baik, untuk saya berbicara dengan anda?" maka pelanggan akan mengatakan "tidak, ini hari yang baik karena ..." mereka mulai berbicara dan menjelaskan lebih banyak karena mereka merasa perlu menjelaskan sesuatu yang "iya atau benar" nya mereka. Coba bandingkan dengan pertanyaan: "Bolehkah saya berbicara dengan anda?", pelanggan hanya akan menjawab, "Iya, silakan". Darisini kita bisa pahami bahwa, memancing pelanggan mengatakan "tidak" lebih kuat dampaknya dibanding memancing mereka mengatakan "iya". 

Baca Juga: Minat Customer Adalah Minat Anda

Itulah tips agar negosiasi bisnismu berjalan lebih baik dan efektif. Dalam bisnis, kamu harus lebih banyak mendengar, memahami, merasakan dan siap menerima kata "tidak" dari pelangganmu. Semoga bermanfaat tipsnya!

Memuat postingan...
Diberdayakan oleh Blogger.