Kisah Kambing Gunung yang Berani
Oleh: Yeni Purwanti Wardiningsih
Di sebuah gunung yang tinggi dan hijau, hiduplah seekor kambing gunung bernama Tian, memiliki bulu yang lembut dan tanduk yang kuat. Ia suka menjelajah gunung dan menikmati pemandangan yang indah.
Suatu hari, Tian bertemu dengan seekor elang yang sedang terluka. Elang itu tidak bisa terbang karena sayapnya yang patah akibat jatuh dan menabrak tebing gunung yang terjal sewaktu badai. Tian merasa kasihan dan memutuskan untuk membantu elang itu.
Tiba-tiba, seekor serigala bernama Siena muncul dan mengancam Tian. "Biarkan elang itu," kata Siena. "Ia tidak pantas mendapatkan bantuanmu. Elang itu sangat sombong dan aku pernah melihat elang itu merebut makanan dari sarangku. Aku tidak ingin melihatnya sembuh."
Tian tidak gentar dan menjawab, "Saya tidak bisa meninggalkan elang itu sendirian. Ia membutuhkan bantuan saya. Kita harus membantu mereka yang membutuhkan, bukan membenci mereka karena kesalahan masa lalu."
Siena semakin marah dan mencoba menyerang Tian. Namun, Tian tidak mundur dan berhasil mengusir Siena dengan tanduknya yang kuat. Siena terluka parah dalam pertarungan itu dan terbaring lemah di tanah.
Tian merasa kasihan melihat Siena yang terluka parah. Setelah membantu elang, ia memutuskan untuk membantu Siena, meskipun Siena telah mencoba menyerangnya sebelumnya. Tian membawa Siena ke tempat yang aman dan merawatnya dengan baik.
Setelah beberapa hari, elang itu sembuh dan bisa terbang lagi. Elang itu sangat berterima kasih kepada Tian dan bertanya bagaimana ia bisa membalas kebaikan Tian. Tian menjawab bahwa ia tidak perlu dibalas, karena membantu orang lain adalah kewajiban kita semua.
Siena yang telah sembuh juga merasa bersalah atas tindakannya sebelumnya. Ia meminta maaf kepada Tian dan elang, dan berjanji untuk berubah menjadi lebih baik. Tian dan elang menerima permintaan maaf Siena dan memutuskan untuk menjadi sahabatnya.
Mereka bertiga menjelajah gunung bersama-sama dan belajar banyak hal. Tian belajar bahwa membantu orang lain tidak hanya membuat bahagia mereka yang telah ia bantu, tetapi juga membuat kebahagiaan untuk diri sendiri. Elang belajar bahwa persahabatan sejati tidak memerlukan imbalan, tetapi hanya memerlukan hati yang tulus. Siena belajar bahwa kesalahan dapat diperbaiki dengan meminta maaf dan berusaha menjadi lebih baik.
Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa membantu orang lain adalah kewajiban kita semua, dan persahabatan sejati tidak memerlukan imbalan. Dengan membantu orang lain, kita dapat membuat dunia menjadi lebih baik dan bahagia. Tian, elang, dan Siena menjadi sahabat yang sangat dekat dan menjelajah gunung bersama-sama, menikmati keindahan alam dan belajar banyak hal baru.
Purwokerto, di Minggu yang cerah
3 Agustus 2025
#KMP2026
#FABEL
______________________________________
Baca juga karya lainnya:
- [Puisi] Di Balik Topeng - Yeni Purwanti Wardiningsih
- [Puisi] Membasuh Debu di Ambang Pintu-Mu - Yeni Purwanti Wardiningsih
- [Puisi] Ada Apa Dunia? - Dewis Pramanas
_____________________________________
Dukung Penadiksi dengan follow media sosial kami
Instagram @penadiksi19
Facebook @Komunitas Menulis Penadiksi
Tiktok @penadiksi19 @booktok


.png)