Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Puisi] Untuk Negeriku - Ahmad Munawar Namma

Sumber gambar : https://pixabay.com/vectors/indonesian-flag-national-flag-7252096/

NEGERIKU 

(Oleh : Ahmad Munawar Namma)


Tiga setengah abad 

Nusantara di antara 

Orang -orang  Asing 


Tiga setengah abad kita miskin di negeri sendiri 

Tiga setengah abad kita hidup dibawa todongan senjata.

Tiga setengah abad Atma kelaparan di tanah sendiri.

Tiga setengah abad Terpaksa mati kehausan di Rumah sendiri.


Alam yang kaya Milik ibu Pertiwi 

Alam yang kaya Milik Nusantara 

Alam yang kaya Milik Indonesia 

Musnalah wahai bangsa perampok


Tiga setengah abad adalah sejarah

Tiga setengah abad adalah penjara 

Pergilah dan jangan kembali lagi 

Merdeka 

Merdeka 

Merdeka 


(Maluku, 4 April 2024)


MELIHAT NEGERIKU 

(Oleh Ahmad Munawar Namma)


Keserakahan telah berlalu.

Naska -Naska sakral itu menjadi saksi kemerdekaan.

Penindasan,penghisapan telah musna. 


Ini Babak Baru 32 tahun

Negeriku bukan tuli

Negeriku pula tidak bisu 

Negeriku juga tidak buta 


32 tahun kita hanyalah boneka 

32 tahun kita ibarat Pinokio 

32 tahun kita hanyalah sepotong pion catur

Yah 32 tahun kita dia atur-atur.


Jangan protes di tanah Merdeka 

Jangan kritik di tanah Merdeka 

Janga demostrasi di tanah merdeka 

Jangan diskusi di tanah Merdeka.


32 tahun telah berlalu 

Sekali merdeka tetap merdeka

Merdeka.


(Maluku, 4 April 2024)


INI NEGERIKU 

(Ahmad Munawar Namma)



Jikalau burung mati kehausan 

Jangan salahkan sungai tanya saja Batu-batu di negeriku.


Kamu nanya? 

Aku bertanya-tanya 


Jikalau Rusa mati di padang Rumput jangan Salahkan hutan tanyakan saja tembok -tembok di negeriku.


Kamu nanya?

Aku bertanya - tanya 


Jikalau ikan mati di tepian pantai jangan tanyakan laut tanyakan saja kertas-kertas di negeriku. 


Kamu nanya?

Aku bertanya - tanya 


Ini tanah merdeka 

Tanah,Air dan Udara

Tidak boleh di pacarin Asing 

Apalagi sampai di nikahin.



(Maluku,4 April 2024)

Rekomendasi Buku Kumpulan Puisi Terbitan Penadiksi : 

Rekomendasi Puisi Lain Di Penadiksi :
Diberdayakan oleh Blogger.
close