Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Puisi] Satu Yang Tersayang : Lembaran Masa Depanku - Egi David Perdana

Sumber gambar : https://pixabay.com/illustrations/rabbit-squirrel-love-heart-8196781/Satu Yang Tersayang (Lembaran Masa Depanku)

Description : 

Terinspirasi dari, apa sih yang jodoh kita lakukan saat belum bertemu? Apa kegiatannya saat dulu kita masih kecil atau remaja? Apakah si dia juga melakukan hal yang sama, atau justru kebalikannya dari kita? Apakah punya sifat yang sama, atau justru sifatnya bertolak belakang? Dari Situlah saya terinspirasi menulis puisi ini. 

(*) 

Apa kabar, kisah masa depanku,

Apakah pagi ini kamu terbangun dan membuat secangkir teh seperti aku,

Atau masih berselimut,

Dan menggigil sepertiku kemarin lusa? 


Hari-hari kita lalui,

Kau disana dan aku disini,

Sekat antara kita hanyalah "belum saatnya" 

Aku memikirkan dimana nanti kelak kita akan bertemu.


Saat ini aku membaca buku,

Mungkin kalimat-kalimatnya pun juga sudah kau hapal di kepala,

Dan kelak aku percaya kita akan mendiskusikannya bersama. 


(**) 

Yang tersayang, lembaran masa depanku,

Aku menikmati kue sambil menatap awan,

Bergerak dan membentuk berbagai hal,

Lalu kubayangkan seorang kekasih mengecup.


Meski kau dan aku tak di tempat yang sama,

Tak menatap langit yang sama,

Apakah kau juga melihat awan itu,

Mungkinkah kau membayangkan hal yang sama,

Serta mengharapkan apa yang kuharapkan? 

Pasangan masa depan. 


(***) 

Masa depanku, 

Entah siapa kau itu,

Apakah kita sekilas pernah bertatap mata? 

Atau aku yang mencuri pandang padamu.


Mungkin juga kau yang pernah menatapku dari kejauhan,

Lalu hatimu hatiku,

Tuk sementara,

Sama-sama malu untuk menyapa. 

(****) 


Terkasih, 

Kelak babak baru dalam hidupku,

Apa yang kau pikirkan sekarang? 

Apakah kau sedang menulis puisi,

Bertema sama sepertiku? 

Ataukah kau seseorang yang membaca hasil karyaku? 

Saat aku mempostingnya di tempat kediamanku yang sejati,

Tempat orang-orang tanpa perhatian menjadi kaisar dan permaisuri.


Hey! Mungkin kita pernah saling menatap foto profil dalam jagat maya!

Aku percaya jantungmu berdegup kencang, 

Iramanya senada dengan detak'ku,

Alasannya... 

Sebab sejak dunia belum dijadikan,

Kau dan aku telah ditakdirkan satu,

Satu.

Rekomendasi Buku Kumpulan Puisi Terbitan Penadiksi : 

Rekomendasi Puisi Lainnya di Penadiksi :
Diberdayakan oleh Blogger.
close