Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Cerpen] Sebuah Pengkhianatan - Depita Maharani

sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/mawar-merah-cinta-yang-hilang-salju-3928751/

Pagi yang cerah menunjukan pukul 08.00 aku terbangun dari tidurku,aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan lalu siap siap pergi ke sekolah.selesai bersih bersih aku bersiap siap memakai seragam sekolah berwarna putih abu abu,aku berjalan menuju meja makan menyusuri tangga lalu sampailah di meja makan,disana sudah terlihat keluarga ku dengan wajah wajah penuh keceriaan,aku duduk di sebelah ayah lalu mengambil nasi dan lauk yang sudah siap di meja makan.

Selesai makan aku berpamitan kepada kedua orang tua dan berjalan keluar,sudah terlihat sebuah motor sport berwarna merah terparkir di depan gerbang rumah.lalu aku menghampiri orang tersebut "haii pagi"ucap orang tersebut "pagi juga,ayo berangkat nanti kesiangan" ujar ku kepada orang tersebut,dia adalah kekasih ku yang bernama arga.

Sudah terlihat jelas gedung dengan gerbang nya yang berwarna hitam.kita masuk kedalam lalu berjalan menuju kelas masing masing,"Alena" ucap seseorang dari belakang yang berhasil membuat aku berbalik badan melihat seseorang tersebut, "Kania?" Ujar ku "Len lu inget gak hari ini hari paan?" Ucap Kania "hari Rabu"ujar ku yang merasa bingung kepada Kania "bukan itu alenaaaa hadeh"ujar Kania dengan memutar mata malas "trus apaan?"ucap ku yang tidak tau apa apa " sekarang tuh hari ulang tahun pacar lu alena,hari ultah pacar aja lupa lu mah gmna sih"ucap Kania dengan nada tegas

"Oh iya gwa lupa,untung lu ingetin nanti pulang sekolah lu anter gwa ke toko kue bisa?"

"Gass keun"

Skip pulang sekolah

Kring...kring...kring

Bell pulang sekolah telah berbunyi menandakan semua murid harus pulang ke rumah masing masing.

Seseorang datang ke dalam kelas menghampiri aku yang tengah sibuk membereskan buku,"by aku gak bisa anterin kamu pulang soalnya ada urusan,tapi aku janji ko kalo urusan nya udah selesai,aku langsung pulang, kamu gapapa kan pulang sendiri atau sama Kania aja?"

Seseorang itu adalah Arga kekasih ku.

Baca Juga : [Cerpen] Lari, Pa! - Fifa Lana S

"Iya gapapa aku pulang bareng Kania aja" ucap ku sambil tersenyum.

"Yaudah Babay" ucap dia sambil mengelus puncak kepala ku.

"Kania jadi kan?"

"Jadi ayo" ajak Kania

"Alena,Kania"ucap seseorang di belakang sana

"Putra"ucap aku dan Kania kompak

"Kalian mau kemana?"tanya nya.

"Kita mau ke toko kue,mau beli kue ultah buat Arga"ucap ku.

"Gwa ikut boleh?" Tanyanya.

"Boleh lah ayo" ucap aku dan Kania kompak

"Yaudah pake mobil gwa aja" ucap putra

"Yaudah cepetan ayo" ucap ku sambil berjalan.

Terlihat jelas sebuah mobil berwarna merah terparkir di bawah sana.

"Ayo masuk" ucap putra

Lalu kita berdua pun masuk.

Saat di jalan tiba tiba Kania melihat seseorang yang sangat mirip dengan Arga.

"Len itu bukannya Arga ya?" Tanya Kania kepadaku yang tengah sibuk memainkan ponsel.

"Lah iya ko dia sama perempuan lain ya,berhenti di depan put" ucap aku.

Aku keluar dari mobil tersebut lalu berjalan menghampiri Arga bersama perempuan itu.

"Arga" ujar ku

"Dia siapa?" ucap perempuan yang bersama Arga,dia adalah Alexa selingkuhan Arga.

"Gwa pacar nya Arga lu siapa hah?"

"Jangan bentak bentak Napa Len,dia Alexa pacar baru gwa"

"Hah ini pasti prank kan ga lu gak mungkin selingkuhan gwa kan?" Ucap ku dengan mata yang berkaca-kaca.

"Gwa bnran,dan gwa minta mulai sekarang kita putus." ujar Arga.

"Arga lu pasti boong kan at kita pacaran udah 3 tahun dan sekarang lu seenaknya minta putus gitu aja,kita bangun hubungan dari awal,kita nikmatin masa masa indah,pahit berdua itu semua ngga mudah gaa,lu pasti boong kan gaa lu pasti boong" ujarku dengan air mata yang terus mengalir.

"Gwa tegasin sekali lagi gwa ngga boong Alena,jujur gwa selama ini terpaksa bertahan sama lu,gwa bertahan sama lu karena gwa tau lu punya penyakit yang ngga bisa lu lawan sendiri lu butuh dukungan dari orang orang,oh iya dan satu lagi selama ini lu sering minta ini itu dan gwa turutin,lu manja ke gwa gwa maklumin harusnya lu sadar lu cuman jadi beban di kehidupan gwa" ujar Arga.

Sementara putra,Kania,dan Alexa hanya menyaksikan perdebatan tersebut.

Setelah aku mendengar perkataan yang di keluarkan arga tiba tiba aku merasa sakit menyerang kepala ku,mata ku mulai sayup memburan dan akhirnya aku pingsan di hadapan semua orang.

Diberdayakan oleh Blogger.
close