Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Publik Speaking] Modal Jadi Generasi Milenial

public speaking

Generasi milenial, generasi yang saat ini banyak mengambil peran. Setiap peran yang diambil selalu melibatkan inovasi dan kreatifitas yang tak kenal batas. Tindak tanduknya tidak lepas dari campur tangan teknologi, dan selalu diiringi karya yang banyak dinanti. Generasi milenial saat ini lebih sering unjuk gigi, namun tak jarang pemikannya ternyata hanya sekadar spekulasi.

Generasi milenial yang banyak digandrungi, mereka yang digadang-gadang menjadi penerus bangsa di masa depan ternyata banyak yang tidak sesuai harapan. Mulai dari sikap kurang baik yang dipetontonkan, moral yang tidak lagi ada Batasan, ataupun Bahasa yang tidak lagi dapat dikendalikan.

Akankah generasi milenial masih dapat diharapkan?

Banyak yang hal yang perlu dibenahi dari para pemuda yang diharapkan bangsa Indonesia. Krisis ideologi, karakter, dan Bahasa kini semakin terasa. Maka wajarlah jika Pendidikan menjadi perhatian utama.

Generasi milenial, generasi penerus bangsa yang benar-benar diharapkan haruslah memiliki jiwa nasionalis, intelektualitas, karakter, sikap, maupun Bahasa yang menjunjung tinggi nilai luhur bangsa. Meski begitu, kriteria ini tidaklah menjadikan generasi milenial harus menjadi generasi yang kolot. Mereka perlu memiliki kemampuan yang mumpuni pula untuk dapat berperang di era digital yang kental akan teknologi. Era ini adalah era segala hal dapat mudah diakses, didapat, maupun dibagikan.
Lantas apa saja modal yang perlu dimiliki generasi milenial di era global?

Salah satunya adalah kemampuan public speaking.

Public speaking dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk berbicara atau berkomunikasi di depan public atau khalayak untuk menyuarakan suatu gagasan atau pemikiran.

Kemampuan ini adalah kemampuan mendasar yang perlu dimiliki generasi milenial, kemampuan ini akan membuat mereka menjadi generasi yang berani menyuarakn gagasan dan dapat mengomunikasikan pemikiran dengan baik kepada khalayak.

Kemampuan public speaking bukan bawaan lahir, melainkan di dapat melalui Latihan.
Seperti yang telah disebutkan bahwa pada era digital ini segala hal sangat mudah untuk di akses, maka banyak sekali media yang dapat diakses untuk melatih kemampuan public speking. Mulai dari webinar, kelas, ataupun workshop yang bersifat offline maupun online.
Berikut 3 cara yang dapat menjadi dasar untuk melatih public speaking, diantaranya:

1. Tentukan role model
Role model diartikan sebagai sosok yang menjadi inspirasi atau contoh untuk seseorang dalam melakukan sesuatu. Latihan public speaking juga memerlukan role model, tentukan siapa tokoh atau sosok yang menjadi inspirasimu dalam berbicara. Banyak sekali tokoh Indonesia yang terkenal karena berhasil menjadi pembicara yang hebat, seperti Nazwa Syihab, ustazah Oki Setiana Dewi, Syakir Daulay, Maudy Ayunda, Meri Riana, Sheryl, dan masih banyak lagi. Setiap pembicara memiliki keunikan masing-masing dalam menyampaikan gagasan ataupun argumennya. Maka, mulai saat ini tentukan siapa yang menjadi inspirasimu.

Selanjutnya, tiru role model itu 100%. Tiru cara bicaranya, nadanya, gaya bahasanya, gesturnya. Tiru role model yang telah kamu pilih dan pelajari setiap hal yang dia lakukan. Tak apa mejadi peniru ulung, karena setelah kamu berhasil meniru role model tersebut kamu akan melakukan modifikasi. Mulailah untuk menggunakan gaya Bahasa khas dirimu, gestur yang kamu ciptakan sendiri, nada, dan cara bicara yang kamu ciptakan sendiri.
Ketika hal ini sudah dilakukan, kamu akan berdiri sebagai pembicara yang memiliki keunikan.

2. Membangun Mindset yang Sehat
Public speaking selalu menjadi momok yang menakutkan bagi Sebagian orang. Ada yang berpikir terlalu malu untuk berbicara karena mungkin saja para pedengar akan tertawa, atau karena para audiens terlihat lebih hebat dari kita.

Pemikirian semacam ini akan menghambat Latihan public speakingmu.

Mulai saat ini tetapkan pikiran yang positif, tidak perlu berpikir berlebihan mengenai bagaimana orang lain akan menilaimu. Kamu cukup focus pada hal yang dapat kamu kendalikan, yaitu dirimu, emosimu, dan pemikiranmu. Tidak perlu menganggap bahwa para audiens akan bertindak buruk dengan tertawa Ketika kamu salah mengucapkan kata, katakana pada dirimu bahwa mereka adalah para pendengar yang sama baiknya denganmu.

3. Tanamkan Kebiasaan Baik
Public speaking bukan hanya kemampuan seseornag dalam berbicara, namun bagaimana pembicaraan ini memiliki nilai dan makna. Oleh karena itu, seorang pembicara perlu memiliki modal atau topik yang akan dibicarakan di depan audiens. Apa yang perlu dibenahi untuk dapat melakukan public speaking yang baik?

Pertama, ilmu. Carilah ilmu yang berhubungan dengan public speaking, bagaimna cara berbicara di depan, gestur yang tepat untuk digunakan, gaya Bahasa, hingga pelafalan dan nada yang diucapkan. Carilah ilmu yang bersifat ‘skill’ bukan hanya teoritis, dan perlu diketahui bahwa ilmu keterampilan lebih banyak dan mudah didapatkan di luar bangku sekolah.

Kedua, guru. Setiap manusia memerlukan guru untuk mempelajari sesuatu. Guru atau mentor akan membantu dan mengarahkan kita untuk melakukan hal yang perlu dilakukan, memperbaiki hal yang perlu diperbaiki, ataupun mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri yang mungkin diri sendiri tidak sadari kita miliki.

Ketiga, buku. Tong kosong nyaring bunyinya, tentu kita tidak ingin menjadi seperti peribahasa ini. Peribahasa yang dapat diartikan sebagai orang bodoh atau tidak tahu apapun biasanya bersik atau banyak bicara. Jadilah seorang pembicara yang memiliki kualitas materi baik dengan terus mengonsumsi ilmu pengetahuan untuk dapat menjadi produk yang nantinya akan di sampaikan pada khalayak. Bagaimana mungkin seeorang dapat melakukan public speaking Ketika meteri atau ilmunya belum cukup untuk dapat dibagikan.

Di atas telah dipaparkan 3 hal yang menjadi dasar Latihan public speaking. Perlu diingat selalu bahwa kesuksesan merupakan perpaduan dari 1% skill, 99% kebiasaan. Artinya keterampilan yang dimiliki tidak akan berarti apa-apa Ketika tidak pernah digunakan atau dibiasakan. Yang perlu dilakukan sekarang untuk dirimu adalah paksa, bisa, terbiasa.
 
___________________
Oleh:
Rizka Awaliah
Institut Ummul Quro Al Islami Bogor
awaliahrizka105@gmail.com
Diberdayakan oleh Blogger.
close