Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Jadilah pemuda yang beruntung

Jadilah pemuda beruntung

Assalamu'alaikum brother and sister fillah....


Masa muda atau masa remaja ini adalah fase diantara masa anak anak dan orang tua. Dimana masa mencari jati diri, membuktikan eksistensi, ingin mencoba banyak hal baru, masa mencari perhatian, penuh gairah dan semangat. Masa muda juga merupakan kekuatan di antara dua kelemahan, yaitu kelemahan masa anak-anak dan kelemahan masa tua. Pada saat masa anak-anak otak dan akal kita belum sempurna dan ketika masa tua akal kita telah sempurna tetapi tubuh kita tak lagi sekuat masa muda. Untuk itu sob masa muda kita harus di pergunakan dengan sebaik mungkin.

Dalam Islam pemuda di sebut dengan Syabab, atau Asy-Syabab masa muda. Diambil dari kata syabba-yasyubbu, artinya adalah tinggi. Kata ini bisa juga dipakai untuk mensifati api. Contohnya adalah: Syabbat an-naar, yang maknanya adalah api yang menjilat-jilat tinggi. Sehingga kata Asy-Syabab bisa diartikan sebagai kekuatan besar, menggelora, membara yang mengalir deras. Menurut pandangan Islam masa muda ini dimulai saat seorang muslim telah baligh sampai usia 40 tahun. Makanya sob kalo kalian udah berusia 30 tahun pun itu masih dalam masa muda ya jangan sampai semangatnya kendor apalagi masih dibawah usia 30 tahun semangat nya harus lebih menggelora.

Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: Ada tujuh golongan manusia yang nanti  akan dinaungi Allah dalam naungan ‘arasy-Nya pada hari yang tiada naungan selain naungan Allah, yaitu :
(1) Seorang pemuda yang dibesarkan dalam ibadah kepada Allah, (2) Pemimpin yang adil dan ujur, (3) Seorang laki-laki yang diajak berselingkuh oleh seorang perempuan cantik dan berpangkat, lalu dia mengatakan “aku takut kepada Allah rabbal ‘alamin”, (4) Seseorang yang merahasiakan sedekah yang diberikan oleh tangan kanannya terhadap tangan kirinya, (5) Seseorang yang hatinya  selalu tertambat di masjid-masjid Allah, (6) dan (7) Dua orang yang masing-masing bermaksud menjalin persaudaraan karena Allah, lalu dalam keadaan demikian itu mereka berpisah. (HR Thahawi).

MasyaaAllah sob, seorang pemuda yang dibesarkan dalam ibadah kepada Allah termasuk golongan yang mendapatkan naungan Allah SWT. Memang ngak mudah sob jadi pemuda yang taat sebab ia harus melawan hawa nafsunya sendiri apalagi dengan situasi yang terjadi di zaman sekarang ini. Huh... rasanya berat tapi bukan mustahil sob, untuk mendapat hal yang besar bukankah kita perlu pengorbanan yang besar pula:).

Oleh sebab itu kita kudu banget belajar Islam lebih dalam lagi, cari circle islami yang dapat membuat kita semangat mengkaji Islam dan bisa menasehati kala kita lalai. Terlebih lagi Allah mencintai pemuda dengan semangat dakwah yang tinggi. Semoga kita bisa menjadi pemuda yang Allah beri naungan diakhirat nanti dan menjadi pemuda yang beruntung.

Wallahua'lam Bishawwab
_________________________
Oleh: Intan Nur Aini
Diberdayakan oleh Blogger.
close