Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Jadikan Impian Sebagai Acuan

Mimpi adalah suatu hal yang ingin dicapai dan ingin terwujud sesuai yang diharapkan. Mimpi tak mudah untuk diraih, pasti akan ada badai dan ujian yang berat menghadang saat tengah berjalan mewujudkan mimpi.

Sobat, mimpi kita pasti berbeda-beda, ada yang ingin menjadi dokter, dosen, profesor, insinyur, pilot, masinis, atau mungkin ada yang ingin jadi hacker hehehe... 

Mimpi kita memang berbeda, namun setiap mimpi yang ingin diwujudkan pasti memiliki ujian dan rintangan yang akan menghadang. Ada yang berhasil mewujudkannya dan ada pula yang tidak. Karena ia tak kuat menghadapi rintangan, hingga akhirnya menyerah dengan keadaan. 

Ada yang mampu bertahan dan ada pula yang tidak, kenapa bisa begitu ya?. Coba kita kupas yuk. 
Biasanya seseorang yang tak mampu untuk bertahan saat sedang berjalan menuju impian, terdiri dari dua faktor, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu sebagai berikut :
1. Tidak disertai dengan doa. 
2. Tidak ada motivasi dalam diri.
3. Merasa sendirian. 
4. Merasa beban yang dipikul terlalu berat. 
5. Malas dan tidak manage dengan baik.
6. Tidak percaya diri, dll. 

Sementara itu, faktor eksternal nya ialah :
1. Berada di lingkungan yang tidak baik dan tidak sehat. 
2. Bergaul dengan orang-orang yang tidak termotivasi untuk mewujudkan mimpi. 
3. Tidak memiliki support system, dll.

Tentu nya masih banyak lagi faktor lain yang mempengaruhi seseorang menyerah untuk mengejar impiannya. Maka dari itu, sebagai manusia hanya bisa berikhtiar semaksimal mungkin, tak lupa juga dibarengi dengan doa, dan setelah itu serahkan semuanya kepada Allah. Karena dalam menentukan suatu takdir, itu diluar kuasa manusia dan hanya Allah yang menentukan segalanya. 

Namun, seseorang yang telah berhasil mewujudkan impiannya bisa dijadikan sebagai acuan untuk lebih baik lagi dalam melanjutkan nya atau menjadikannya sebagai acuan memperbaiki diri dan kualitas ibadah kepada Sang Pencipta. Sebagai bentuk rasa syukur atas semua yang telah diberikan. Jangan sampai kita lupa dan lalai terhadap kewajiban kita kepada Allah SWT.

Kita tidak boleh merasa semua yang telah tercapai dan telah sukses diraih, semata-mata hanya karena usaha kita sendiri dan lupa bahwa ada Allah yang selalu membantu kita. Sebagai manusia, tidak akan pernah sukses dunia dan akhirat tanpa keridhaan dan kasih sayang-Nya, maka dari itu tidak ada yang bisa kita sombongkan apalagi sampai lupa bahwa ada Allah yang mempermudah segala urusan kita.

Wallahu a'llam Bisshawab
_______________________
Oleh: Rantika Nur Assiva
Mahasiswi Institut Ummul Quro Al Islami Bogor
rantikanurassiva@gmail.com


Diberdayakan oleh Blogger.
close