![]() |
| Cerpen Cinta. |
Maaf Karena Aku Mencintaimu
Karya : Yohana Restu Wilistya Aka Mutiara Wilis
Kerap sekali kebanyakan orang jatuh cinta pada pandangan pertama. Akan tetapi berbeda dengan diriku.
Aku jatuh cinta pada pandangan entah yang ke berapa aku sendiri pun tidak mengetahuinya.
Ya, aku jatuh cinta kepada orang yang sama setiap saat. Orang yang selalu menjadi semangat bagiku dalam menjalani hidup ini walaupun ia tak pernah mengerti ketulusan perasaanku terhadap dirinya, pengorbanan cinta yang ku lakukan selama ini.
Kisahku berawal sejak aku duduk di bangku kelas 3 SMP aku jatuh hati pada dirinya, temanku Andrew namun aku masih menyangkal akan perasaanku itu yang ku anggap sebagai awal masa puber pada gadis berusia 15 tahun dikala itu.
Namun siapa yang menduga ternyata perasaan ini tetap mendarah daging hingga tamat SMA, sungguh diluar dugaan bukan.
Namaku adalah Annatasya Rosanita Sari, aku adalah seorang gadis yang tertutup dan jarang bersuara pada siapapun tapi aku normal sama seperti gadis lainnya.
Tatkala itu aku dihadapkan pada 3 pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas, harapanku ingin melanjutkan pendidikan di Jogja namun kedua orang tuaku menyarankan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah kejuruan akan tetapi langkah kakiku membawaku pada sekolah menengah atas. Ya tepatnya pada SMA Harapan Jaya (Bukan Nama Yang Sebenarnya/Sebuah Penyamaran Nama).
Disana takdir mempertemukanku dengan dirinya yang ku kasihi. Rasanya sungguh serba salah ketika berjumpa dengannya secara dekat dalam acara mos dikala itu.
Ku kira perasaan itu hanya mampu bertahan hingga beberapa bulan saja. Akan tetapi sungguh diluar dugaan, hatiku seolah tak memiliki komando dalam mengendalikan rasaku.
Tepat disaat hari ulang tahunku yang ke 16 tahun tatkala itu kami duduk dibangku kelas 1 SMA. Tanpa sadar disaat usai acara ulang tahunku bibirku berucap tanpa komando menyatakan perasaanku pada Andrew yang datang pada undangan acara ulang tahunku, ya walaupun aku tahu dia datang karena terpaksa.
Sore itu suasana dipenuhi canda tawa teman-teman sekolahku yang walaupun berbeda kelas serta jurusan namun teman akrabku. Semua tampak ceria dan bergembira tatkala itu, ada beberapa sahabatku yang menyarankanku untuk mengungkapkan perasaanku pada Andrew namun aku yang begitu polos tanpa berpikir panjang semua saran itu ku lakukan tanpa komando.
“Makasih ya Ndrew kamu sudah mau datang ke acara ulang tahunku...” ucapku sembari menunduk salah tingkah dan kedua pipiku memerah
“Iya Na sama-sama kan kita teman. Selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur, sehat selalu, bertambah prestasinya dan pokoknya doa terbaik aja buat kamu...” jawab Andrew ramah
“Amin... makasih ya Ndrew atas ucapan dan doanya. Oh iya Ndrew ada yang mau aku omongin ke kamu, tapi jangan marah ya. Dan kamu juga pasti sudah tahu kan soal ini dari Pita...” ujarku dengan malu-malu
“Apa? Ngomong saja aku gak bakal marah kok. Oh...soal itu iya aku udah tahu kok...” Jawab Andrew sembari tersenyum kecut
“Sebenernya aku suka sama kamu, tapi jangan marah ya. Aku mau kita bisa jadi sahabat aja kok, mau kan jadi sahabatku?” ujarku tersenyum kecut
“Hmmm...iya aku tahu itu kok, ya...aku juga gak mau yang namanya pacaran kalo belum lulus sekolah. Iya kita sahabatan...” Jawab Andrew tersenyum ramah
Tatkala itu semua teman-temanku pun tersenyum melihat ulahku, ada yang mengabadikan foto kami berdua, ada yang mencomblangi, ada yang berkata bahasa kami sama-sama kaku, dan ada pula yang merasa terharu.
Sementara diriku menjadi merasa malu atas apa yang sudah ku katakan pada Andrew dan lidahku seketika menjadi kelu.
Yang lebih memalukan adalah usai peristiwa itu semua teman-teman menyuruh kami berfoto berdua dan dengan malu-malu menahan senyum yang begitu kecut kami berfoto berdua.
Tak tahu apa yang dalam hati Andrew tatkala itu namun aku sendiri pun juga mengumpat pada diriku sendiri yang entah atas perintah siapa tiba-tiba ku utarakan perasaanku padanya.
Sejak usai peristiwa itu, setiap kali kami berpapasan satu sama lain rasanya begitu canggung. Ketika bertemu pada tempat yang sama pun kami tak lagi pernah saling menyapa, bahkan kerap sekali seperti berusaha saling menghindar satu sama lain.
Ya, tatkala itu aku mengikuti ekskull yang sama dengannya yaitu ekskull Grub Band dan dikarenakan aku merasa gugup seketika lidahku menjadi kelu saat harus bernyanyi dimana ia juga berada diruangan itu.
Pada akhirnya usai pentas acara bulan bahasa pada 28 Oktober 2015 silam aku sengaja tampil secara buruk agar direndahkan oleh seluruh anak SMANSA pada saat itu.
Ideku berjalan sesuai rencana, seminggu kemudian aku mengundurkan diri dari ekskull dikarenakan dianggap mengikuti ekskull itu hanya sekedar mengikuti Andrew.
Nyatanya tidaklah benar, aku mengikuti ekskull itu dikarenakan diriku menyukai musik dan ingin mengetahui tekhnik bermain musik yang benar.
Aku beralih pada ekskull Seni Tari, akan tetapi dikarenakan tidak cocok dengan seni tari yang diajarkan dan ya diriku terkenal sebagai anak yang kaku dikarenakan tidak percaya diri akhirnya aku hanya bertahan selama 3 bulan saja di ekskull tersebut.
Kemudian aku beralih pada ekskull English Club bertahan disana hingga kelas 3 sebelum adanya les. Dan pada pertengahan kelas 2 ada ekskull baru yakni adalah ekskull Fls2n atau Film Pendek, tatkala itu aku merasa jantungku seolah-olah melonjak saat mengetahui adanya ekskull itu ingin segera mengikutinya.
Aku dan sahabat karipku Tamara Prasanti mengikuti ekskull tersebut, dikarenakan memiliki chemistri yang baik akhirnya kami memutuskan untuk menjadi partner.
Sungguh dikejutkan bukan kepalang ketika aku melihat Andrew juga mengikuti ekskull itu bersama dengan sahabatnya Ray dan jarak duduknya tidak jauh dari kami.
Sesekali aku mencuri pandangan ke arahnya dalam benakku berkata, “Kenapa harus bertemu dengannya di ekskull yang sama lagi sih? Lantas bagaimana jika ada rumor tidak jelas lagi, haruskah aku mengalah lagi? Tidak kali ini aku tidak akan mundur ini hobiku, dunia kesukaanku...” sembari memperhatikan dirinya yang disadari oleh Ray kemudian aku memalingkan wajahku.
Aku pun mampu bertahan di ekskull Fls2n hingga pada penghujung waktu yakni hingga lulus SMA sementara karibku Tamara hanya saat kelas 2 saja mengikuti ekskull itu atas ajakanku.
Sialnya adalah disaat kelas 2 semester 2 pada ekskull itu diadakan perlombaan antar sekolah aku dan Andrew ditunjuk menjadi satu tim.
Akan tetapi film pendek kami walaupun memiliki judul yang menarik, alur kisah yang menarik dan Andrew sebagai tokoh utamanya tetap saja film kami tidak menang.
Mungkin karena aktingku kurang bagus tatkala itu dikarenakan tidak bisa fokus ketika harus melakukan adegan bertabrakan dengan Andrew dan harus mengulang hingga 3 kali adegan itu.
Ku lihat raut wajah Andrew yang sudah tampak kesal dan dengan penuh emosi aku berkata dalam hati, “Ayo Anna kamu pasti bisa, ayo lupakan semua perasaanmu ke Andrew. Sekali lagi kamu harus bisa...”
Akhirnya aku pun menabrak Andrew sungguhan dengan penuh emosi sehingga telinga kiri ku merasa panas karena terkena bahunya dan sepertinya lengan bahu kanannya terkena bahuku ketika aku berlari menabraknya.
Sehingga kami sama-sama merasakan benturan rasa sakit karena ulahku sendiri akan tetapi adegan berhasil terlewatkan dan tak harus mengulangnya lagi.
“Prakkk!” suara minuman yang ku bawa jatuh dilantai yang sengaja ku jatuhkan sesuai adegan namun kesalahannya disitu karena tidak ingin Andrew kotor terkena tumpahan minuman itu, sengaja ku jatuhkan namun tersohor oleh kamera.
“Aw...” teriak Andrew pelan
“Aw...aduh...maaf kak saya tidak sengaja menabrak kakak...” Ujarku dalam adegan itu
“Iya tidak apa-apa...” jawab Andrew yang tampak menatapku dengan kesal dari balik lensa kacamatanya.
Pada saat kelas 3 SMA semester awal kami para anak film ditugaskan untuk berkumpul untuk pembuatan film pendek terakhir yang diambil dari buku karya Asma Nadia yang berjudul “Akhir Yang Romantis.”
Yang diperankan oleh Andrew tatkala itu yang mana kekasihnya telah pergi untuk selamanya dan diriku saat syuting pengambilan film di makam memilihkan makam yang akan digunakan untuk film tersebut.
Kami pun melanjutkan syuting film yang kedua dengan judul “Sejak Sajak” yang diperankan oleh Ray dan Aisyah di masjid sekolah kami.
Ku kira rasaku akan berakhir dipenghujung waktu SMA dikarenakan saat itu aku sudah dengan yang lain sebagai pelampiasanku dan Andrew sudah dengan Minarti yang semula akrab denganku ketika kelas 3 menjadi renggang karena aku merasa kecewa padanya tatkala itu.
Yang ku benci adalah aku tak mampu melupakan Andrew, berusaha untuk membencinya pun rasanya hatiku tak mampu, bagiku dirinya adalah sumber semangatku dalam menjalani hidup, dan begitu sulit dalam menutup semua kenangan mengenai dirinya.
Seandainya suatu hari kelak ia mengetahui akan perjuangan serta pengorbanan cintaku padanya aku akan bahagia sekali.
Begitu banyak kenangan indah terukir diantara kami disaat hujan turun, sehingga ketika melihat butiran air hujan turun membasahi bumi aku pun selalu teringat dirinya.
Walaupun saat ini kami tak lagi menempuh pendidikan ditempat yang sama namun masih dikota yang sama tak pernah sekalipun kami bertemu dijalan atau ditempat lainnya tanpa disengaja seperti semasa SMA dahulu.
Aku selalu berdoa untuknya, dimanapun dirinya berada saat ini semoga ia senantiasa baik-baik saja dan semoga ia semakin sukses kedepannya baik dalam pendidikan maupun karirnya.
Walaupun aku tahu dia bukanlah siapa-siapa ku dan aku tak bisa memilikinya namun perasaan cintaku terhadapnya begitu murni dan suci tanpa dibuat-buat.
Aku berharap semoga suatu saat ia bertemu dengan seorang gadis yang baik sesuai dengan kriterianya.
Aku berharap juga untuk diriku sendiri semoga ada pemuda yang sama seperti dirinya sebagai pengganti dirinya yang ku dambakan untuk disisiku selamanya.
Bila ada sebuah kesempatan disuatu waktu aku akan mengatakan padanya, “Maafkan diriku karena telah lancang mencintaimu hingga sejauh ini dan tak mampu tuk menghapuskan semua perasaan yang pernah tercipta. Kau benar bahwa cinta tak bisa dipaksakan dan tak harus saling memiliki...”
Akan tetapi mungkin semua hanyalah hayalku belaka dapat berjumpa dan berbicara padanya yang terkasih.
Dustanya ialah hingga kini pun aku belum bisa tuk melupakan dirinya terlebih banyak jejak digital yang pernah kami perankan bersama tatkala itu.
Akan tetapi saat ini jalannya sudah berbeda satu sama lain, dia belum menikah sementara diriku terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan semu belaka...
Bengkulu, 13 Februari 2026.
Baca Juga Cerpen Lain Di Penadiksi :




.png)