Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

[Cerpen] Sahabat Munafik - Gita Rahel

Sumber gambar: https://pixabay.com/id/photos/jantung-merah-tali-loyalitas-cinta-3085515/

Sahabat Munafik

Oleh: Gita Rahel

Di sebuah perkampungan di namakan Kampung Sejati. Tinggallah keluarga yang memiliki satu orang anak remaja berusia 18 tahun, bernama Jeyen. 

Jeyen memiiki dua orang sahabat bernama Lio dan Niki. Niki dan Lio tinggal disebelah rumah kontrakannya. 

Niki mendatangi rumah Jeyen dan mengucap salam

"Assalamu'alaikum Jeyen"

"Waalaikumsalam Nak Niki, masuklah nak".

" Bu, ada Jeyen di dalam? " Ucap Niki. 

"Ada Nak, tapi Jeyen sedang mandi. Kamu duduk dulu, ibu buatkan minum". Ujar bu Neyla. 

" Eh, gak usah bu. Saya datang kemari untuk ketemu Jeyen, soalnya urusan penting bu".

Disela pembicaraan,Jeyen datang menghampiri Niki.

"Nik, ada apa kemari?"

" Anu, Jey saya kemari untuk bicara penting."

"Ngobrol di luar saja."

"Aduh, Nak disini saja ngobrolnya. Ibu ga nganggu kalian ngobrol." Bantah Bu Neyla

Jeyen meninggalkan ibunya dan pergi keluar. Niki mengikuti Jeyen sambil permisi terhadap ibunya. 

"Bu, saya permisi dulu. Assalamu'alaikum bu"

"iya, iya. Waalaikumsalam Nak Niki"

Tiba di luar, Jeyen menggerutkan dahinya

"Ada apa?? "Dengan nada bertanya. 

" Jey, saya pinjam dulu motormu sebentar. Kamukan tahu gimana akunya". Kata Niki sambil menepuk bahu. 

"Nah, ini kuncinya. Tapi sebentar dulu, Guna motor buat apa?? ".

" Hehe..., ada urusan kuliah kok. Tenang ga kubawa lari, Jey." Dengan nada ragu ragu. 

Jeyen memberikan kuncinya dan Niki menarik kunci itu dengan terburu-buru. Namun, Jeyen tidak menghiraukan. 

Setelah dua hari berlalu. Namun, sahabatnya itu tak kunjung datang. 

Jeyen menelpon terus menerus. Tidak diangkat, akhirnya mendapatkan kabar bahwa Niki dan Lio telah menjual motornya untuk kepentingan mereka berdua. 

Disaat itu, Jeyen tidak pernah lagi memberikan barangnya kepada siapapun kecuali Kedua orangtuanya.

_____________________________

Baca juga karya penadiksi lainnya:

- [Cerpen] Membias Samar - Daypen

- [Cerpen] Petaka yang Diundang - Maya Asytaqu Ilayk 

- [Cerpen] PAMALI : Jangan Menyisir Malam Hari - Pena Malam

- [Cerpen] Firasat Ibu - Hanifah Afnan

- [Cerpen] Tidak Mengobati, Namun Menambah Sakit di Hati - Diana Saputri

Diberdayakan oleh Blogger.
close