PENJEMPUT BULAN
Senja,
Kemuning jingga menyaput segala,
Merajai hari yang akan merambat.
Gelap.l,
Menghantar mentari keperaduannya setelah lelah menyinari,
Sepanjang hari,
Tanpa keluh,
Tanpa pamrih,
Karena ia si makhluk ta'at,
Pada Dzat Sang Pemberi Segala.
Siapa?
Matahari.
Oh, kufikir aku, rembulan berceloteh,
Karena senja telah menjemputnya kini.
Baca Juga Tulisan Lain Di Penadiksi :
- (Puisi) Takkan Pernah Kembali Lagi
- [Puisi] Hujan dan Rindu - Dini Fadhillah
- [Cerpen] Aksara Hati Sang Penyair - Dyramifth Dyra
- [Puisi] Sahabatku - Fendi Sampu



.png)