Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Teman Silih Berganti, Perjuangan Tak Berhenti

Manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya. Hal tersebut tidak bisa kita pungkiri, oleh karena itu setiap dari kita pasti memiliki teman. Baik Teman kerja, Sekolah, Kuliah, Mengaji atau yang lainnya. 

Pada zaman sekarang atau generasi gen Z biasa menyebutnya "circle pertemanan". Ada berbagai macam jenis circle, hal tersebut bisa di kelompokan berdasarkan tujuannya.

Namun, circle pertemanan ini perlu diperhatikan. Mengapa? Karena pertemanan akan berpengaruh kepada diri seseorang. Jika lingkup pertemanan nya baik, selalu menasehati satu sama lain, mengingatkan kepada kebaikan maka impact kepada diri kita pun akan baik. Begitupun sebaliknya.

Dalam hal pertemanan, tak bisa dihindarkan bahwa setiap orang pasti mengalami fase pergantian teman. Sebagai contoh, teman sekolah tak akan selamanya menjadi teman kita. Karena waktu terus berjalan, kita kuliah, kemudian bekerja, yang dimana orang-orang nya pun otomatis berubah. Meski beberapa dari kita mungkin masih ada yang bersahabat dengan teman SD hingga 5-10 tahun, kemudian teman kuliah yang masih menemani sampai menikah atau bahkan punya anak. Tapi, hal demikian tidak bisa menghindarkan kita tentang fase pergantian teman dalam kehidupan.

Dalam fase pergantian teman, kadang kita merasa sedih, galau karena teman-teman kita meninggalkan kita. Entah karena melanjutkan pendidikan, punya teman baru yang lebih seru, atau punya kehidupan baru. Saat itu, mungkin dari kita merasa seolah-olah hidup berhenti sejenak, karena tidak ada lagi yang bisa diajak berbicara, tempat untuk bercerita, ataupun berbagi suka maupun duka.

Fase tersebut mungkin sering terjadi. Namun, hidup terus berjalan, waktu selalu berputar tanpa melihat bagaimana kondisi dan umur kita. Karena hidup adalah tentang perjuangan. Bagaimana kita berjuang untuk menuju tujuan utama dan akhir kehidupan.

Sebagai seorang muslim, tujuan utama kita adalah beribadah kepada Allah. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Serta tujuan akhir kita adalah Akhirat. Kembali kepada Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 57)

Oleh karena itu, pergantian pertemanan seharusnya bukan menjadi hambatan untuk kita terus berjuang. Kita harus tetap fokus pada goals-goals apa yang akan kita capai. Kuatkan tekad serta niat yang kuat untuk setiap misi yang akan kita kerjakan. Hingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan utama dan akhir kehidupan dengan versi usaha terbaik kita.

Setiap kali kita berjuang, allah pasti selalu menemani kita selagi itu hal kebaikan. Jangan pernah merasa bersedih karena sudah tidak ada tempat untuk bercerita, selagi bumi ada maka kita tak perlu khawatir karena masih ada tempat untuk kita bersujud, meminta bantuan kepada Allah dan mengadu kepada Nya (Allah).

Tugas kita hanyalah terus berjuang dan berusaha semampu kita. Karena Allah akan menilai dari perjuangan kita bukan hasil yang kita capai.

Tetaplah berjuang, berjuang untuk selalu taat kepada Allah. Berusaha menerapkan syariat islam kepada diri sendiri maupun kepada orang lain (berdakwah), selagi umur kita masih ada maka kewajiban untuk terus berjuang dalam taat akan selalu ada.

Berikut hadits yang menerangkan beberapa orang yang akan mendapatkan naungan dari Allah, salah satunya orang yang masa muda nya dipakai untuk taat kepada Allah subhanallahu wa ta'ala.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

"Ada tujuh golongan yang dinaungi Allah pada hari kiamat, pada saat tiada naungan kecuali naungan-Nya: (1) pemimpin yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah. "Dan (6) seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya." (HR Bukhari, Muslim, Malik, an-Nasa'i, dan lainnya)

Wallahu alam...
_____________________
Ayustiani
Karyawan Swasta
Email : ayustiani482022@gmail.com
Diberdayakan oleh Blogger.
close