Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Pendidik yang Sukses, Kunci Suksesnya Pendidikan?

sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/anak-laki-laki-anak-anak-senang-286245/

Digugu dan ditiru, istilah ini begitu lekat dengan profesi seorang guru.

Guru atau pendidik haruslah mampu menjadi teladan bagi siswa yang dididik. Bukan hanya dalam pengetahuan, melainkan yang paling penting dan utama adalah teladan dalam bersikap atau bertingkah laku dan berucap.

Guru dituntut untuk serba bisa, serba tahu, oleh karena itu guru adalah sosok pembelajar yang sesungguhnya. Bahkan setiap tahun, seorang guru harus belajar mengondisikan dan memahami karakter peserta didik yang baru agar proses belajar dapat berjalan efektif dan maksimal.

Dewasa ini telah disadari banyaknya perubahan dalam dunia Pendidikan. Bukan saja dari segi kurikulum, media mengajar, proses mengajar, tetapi juga dari cara mengajar yang disajikan guru. perubahan ini lebih cocok kita sebut dengan proses upgrading pembelajaran.

Saat ini, metode ceramah, pembawaan guru yang kaku, cara bicara template yang diucapkan guru di kelas, atau strategi belajar yang monoton perlahan mulai ditinggalkan. Kegiatan belajar saat ini terkesan lebih santai, sarat akan makna, komunikatif dan interaktif, serta berusaha lebih membangun hubungan antara guru dan siswa demi menciptakan pembelajaran yang sesuai.

Meski masih terdapat pro dan kontra terkait perubahan ini, namun hal ini dilakukan demi mendukung kurikulum yang baru yaitu kurikulum Merdeka dan sebagai Upaya menyesuaikan perkembangan zaman yang banyak berpengaruh terhadap karakter anak.

Dalam sebuah diklat nasional yang diadakan oleh platform Ruang Temu Guru mengenai literasi, narasumber yaitu Prof. Dr. Tri Marhaeni Puji Astuti, M. Hum mengemukakan bahwa kita harus menjadi guru dan orang tua yang sukses. Sukses dalam hal ini adalah terciptanya proses belajar yang menarik dan menyenangkan.

Baca Juga : (Review Buku) Teach Like Finland - Berkaca Pada Yang Pertama

Ibu Tri mengungkapkan 4 jurus jitu yang perlu dikuasai seorang guru :

1. Sukses Tayangan/Tampilan

Setiap media yang kita buat harus dapat merealisasikan materi yang akan kita sampaikan. Media adalah alat peraga atau alat bantu yang digunakan seorang guru untuk menjelaskan sebuah materi. Media harus sesuai dan dapat merepresentasikan materi, karena media ini akan membantu lisan guru dalam menjelaskan sehingga siswa dapat lebih paham.

Media tidak harus berupa barang mahal, media dapat dibuat sendiri oleh guru. dalam hal ini kreatifitas adalah yang terpenting.

Di era yang serba digital ini, media tidak selalu berupa barang konkrit. Namun dapat pula berupa media visual, audio, atau audio-visual (video) yang lebih menarik.

Misalnya penggunaan power poin, video pembelajaran, games edukatif berbasis digital, evaluasi berbasis online, atau gambar AI yang saat ini Tengah ramai dikalangan Masyarakat.

Selain membuat pembelajaran lebih menarik, media digital juga dinilai lebih efektif dan efisien.

Baca Juga : Garis Merah - Buku Gurunya Manusia Karya Munif Chatib Bagian 1

2. Sukses Pidato

Guru merupakan salah satu profesi yang megharuskan seseorang menguasi public speaking, karena setiap harinya harus mampu tampil di depan kelas, dihadapan peserta didik yang haus akan ilmu. Guru harus menjadi komunikator yang handal, intonasi, gaya bicara, penampilan, ekspresi wajah, ataupun cara membaca harus dapat menarik siswa.

Penjelasan bukan hanya disampaikan oleh mulut, melainkan harus tersampaikan lewat mata.

Ibu Tri membagikan opininya mengenai kemampuan yang harus guru kuasai untuk sukses berpidato (berkomunikasi di depan kelas), yaitu : 2K+3W.

2K diartikan untuk dua hal, yaitu kompeten ilmunya, komunikasinya handal.

Seorang guru harus kompeten dalam sebuah keilmuan yang dirinya ampu, karena salah satu tugas guru adalah memberikan informasi kepada peserta didik. Dapat dibayangkan seberapa membingungkannya seorang guru yang tidak kompeten dengan keilmuannya? Bisa jadi penjelasaannya berbelit-belit atau sulit dipahami siswa. keilmuan juga dapat diartikan sebagai kemampuan guru tersebut dalam mengajar dan menyajikan pembelajaran yang sesuai.

Selain itu, komunikasi yang handal juga berkaitan erat dengan public speaking guru, dan harus dikuasai dengan baik. kemampuan ini akan mengikat seluruh kompetensi yang dimiliki guru.

3W diartikan untuk tiga hal yaitu wacana informasi (seorang guru harus punaya banyak informasi agar bisa becerita dengan nyaman), Wahana media tayangan, dan Wicara yaitu cara berbicaranya jelas, tidak ragu menampilkan ekspresi apapun, dan memperhatikan  tampilan atau pakaian yang dipakai haruslah nyaman.

9 hal penting yang harus diperhatikan dalam wicara:

- Komunikasi mata

- Sikap Bahasa tubuh

 Espresi

 Penampilan

- Suara/ocal

 Pilihan kata/kalimat

 Pelibatan peserta

  Pemakaian humor

- Jadi diri sendiri.

Baca Juga : Krisis Metode Pembelajaran Hari Ini

3. Sukses Belajar

Singkat saja, Arthur wellsley pernah mengungkapkan bahwa orang bijak belajar ketika mereka bisa, orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa.

Baca Juga : Guru Harus Tahu! Landasan, Ciri dan Jenis Media Pembelajaran

4. Sukses menjadi Panutan

Sikap dan perilaku guru dalam membelajarkan. Setiap sikap dan perilaku guru adalah pembelajaran untuk siswa.

Itulah poin-poin penting yang disampaikan Ibu Tri untuk mengembangkan kompetensi guru sehingga proses upgrading pembelajaran dapat berjalan dengan baik. seperti yang telah disampaikan, bahwa pembelajaran yang dibutuhkan saat ini adalah pembelajaran yang menarik, informatif, komunikatif, kreatif, dan sarat akan makna. Istilah ini telah lama juga dikenal dengan nama PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot).

Dalam bukunya, Munif Chatib juga menambahkan bahwa pelajaran yang paling diingat siswa adalah pelajaran yang memilki nilai makna. Makna dapat kita ciptakan dari proses belajar yang menarik dan menyenangkan.

Ditulis  : Rizka Awaliah, Mahasiswa PGMI IUQI Bogor.
Kontak : awaliahrizka105@gmail.com
Diberdayakan oleh Blogger.
close