Selamat Datang di penadiksi.com | *Mohon maaf jika terjadi plagiat/copy karya kalian oleh penulis di web ini, segera laporkan ke penadiksishop@gmail.com karena kami bergerak dalam pengembangan penulis, baik untuk pemula atau profesional dan keterbatasan kami dalam penelusuran terkait karya, kami ucapkan Mohon Maaf🙏*

Bagaimana Menghadapi Cobaan yang Terasa Berat?

Sumber Foto : https://pixabay.com/id/illustrations/bumi-bola-dunia-perlindungan-planet-1013746/

Assalamu'alaikum sobat, pernahkah kamu merasa cobaan atau ujian yang saat ini kamu alami begitu terasa berat dan bahkan sulit untuk dilalui?

Yaaaa mimin juga ga memungkiri bahwa terkadang ujian terasa begitu berat dan sangat sulit mencari jalan keluar, lalu bagaimana menghadapi nya dan menyelesaikan nya?

Cobaan atau ujian pasti akan selalu menghampiri setiap insan yang masih bernafas alias masih ada nyawa di dalam raga. Ujian akan silih berganti seiring bertumbuh nya diri. Jika ujian pertama bisa dilalui dan diselesaikan dengan baik, maka ujian berikutnya akan datang kembali dengan ujian yang berbeda dari sebelumnya.

Ujian itu mendewasakan diri, menguatkan mental, dan mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian berikutnya yang akan datang dikemudian hari. Tapi yaaaa mimin faham, terkadang ketika ujian atau cobaan datang menghampiri dan rasanya begitu sedih, sakit, terpuruk, serta perasaan yang tidak mengenakan lainnya terasa dalam diri sulit untuk dihilangkan dan dihentikan.

Bahkan perasaan tak mengenakan itu, membuat fisik menjadi drop, lemah, dan sakit akibat terlalu memikirkan masalah yang sedang dihadapinya. Walaupun terkadang gampang orang lain berkata "Bawa Santai Aja", namun rasanya tak bisa sesantai itu, ya kaaannnn...

Baca Juga : Refleksi Diri Menjadi Insan yang Allah Ridhoi

Hei sobat, mimin ngerti ko perasaan kamu. Tapi taukah kamu ada beberapa cara untuk kamu menyelesaikan ujian atau cobaan itu. Yaaa walaupun tidak dapat menyelesaikan secara menyeluruh tapi setidaknya dapat mengurangi dan kamu dapat menghadapi ujian atau cobaan itu dengan lebih tenang, santai, dan lebih ikhlas. Sooo gimana caranya, dengerin, mimin yaaa hehehe.

Yang pertama harus dilakukan ialah sabar. Bagi kita yang memiliki keyakinan terutama yang beragama IsIam, pasti sudah tidak asing lagi dengan kata "Sabar". Tapi memang itu yang harus dilakukan. Sebagimana Allah SWT berfirman :

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk." (QS. Al-Baqarah : 155 - 157).

Baca Juga : Cerpen Broken Home - Ayu Fitriani

Sooo jadi ketika kamu bersabar atas apa yang ditimpakan padamu, maka kamu adalah manusia yang akan mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Allah, berapa beruntungnya kamu ya kaaannn. Selain itu Allah SWT juga berfirman di dalam QS. Az-Zumar : 10

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

Kemudian yang kedua, setelah bersabar maka ridhalah terhadap yang telah ditetapkan Allah untuk kita. Yaaaa setelah sabar, sekarang ridha. Sebagaimana Hadits dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id, dari Nabi Muhammad SAW, bersabda :

"Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, berupa sakit yang berterusan, sakit yang biasa, kebingungan, kesedihan, kegundahan, hingga duri yang menusuknya, maka pasti musibah itu akan menjadi penghapus bagi kesalahan-kesalahannya. (Mutafaq 'alaih).

Ketika kita ridha terhadap ketetapan Allah, maka setiap ujian yang menimpa akan menggugurkan dosa atau kesalahan. Lagi-lagi betapa beruntungnya kita. Dan masih banyak lagi cara untuk menghadapi ujian atau cobaan. Sooo sobat, segitu dulu ya. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita. Aamiin ya Allah.

Wallahua'lam Bishawab

Baca Juga : Sikap Sabar Rasul Sebagai Suri Teladan (Materi Khutbah Jum'at)

_________________________

Oleh : Rantika Nur Assiva
Mahasiswi Institut Ummul Quro Al Islami Bogor
Diberdayakan oleh Blogger.
close