Selamat Datang di penadiksi.com

Masruq bin Al - Ajda (Yang Pernah Dicuri)

Nasab

    Masruq bin al-Ajda bin Malik bin Umayyah bin bin Abdillah bin Mur bin Salman. Ada yang mengatakan Salman bin Ma’mar bin al-Harits bin Sa’ad bin Abdullah bin Wadi’ah.  Asal usul nama Masruq, konon ketika ia masih kecil ia pernah dicuri orang dan berhasil ditemukan kembali.  Dimana Masruq yang artinya orang yang dicuri.

Kehidupan

    Dalam riwayat Waki’ mengatakan, Masruq, al-Aswad, ar-Rabi bin Khutsaim dan Abu Abdurrahman as-Sulami tidak mengikuti perang bersama Ali. Ada yang meriwayatkan bahwa Masruq pernah iku Shiffin, lalu dia memberi nasihat dan memberi peringatan tetapi tidak ikut perang secara fisik.
    Dari al-A’masy dari Abu ad-Dhuha, beliau mengatakan, “Masruq pergi sebagai pejabat di as-Salsalah selama dua tahun, kemudian ketika kembali, keluarganya melihat kepada barang bawaannya, ternyata mereka mendapati sebuah kapak. Mereka pun berkata, “engkau pergi selama dua tahun, kemudian engkau kembali kepada kami hanya dengan membawa kapak tanpa gagang.” Masruq berkata, “Innalillah.” Kami telah meminjamnya, dan kami lupa mengembalikannya."

Guru dan Murid

    Masruq bin al-Ajdah banyak sekali meriwayatkan dan berguru kepada para sahabat. Diantaranya, ia berguru kepada Ubay bin Ka’ab, Khabbab bin al-Arat, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Umar bin Khattab, Abdullah bin Amr bin Ash, Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, Muadz bin Jabal, Maqil bin Sinan al-Asyja’i, al-Mughirah bin Syu’bah, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Subai’ah al-Aslamiyah, Aisyah dan sahabat lainnya.
    Adapun yang meriwayatkan dari beliau seperti, Ibrahim an – Nakha’i, Anas bin Sirin, Ayub bin Hani’, Hibal bin Rufaidah, Abu Wa’il Syaqiq bin Salamah, Amir asy-Sya’bi, Abdullah bin Murrah al-Khariqi, Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, Ubaidah bin Nadhlah, Umarah bin Umair, al-Qasim bin al-Muntasyir bin al-Ajda, Muhammad bin Nasyr al-Hamdani dan sahabat lainnya.

Wafat

    Dari Abu Wa’il, beliau mengatakan, menjelang wafatnya Masruq sempat mengatakan, “Ya Allah, Aku tidak ingin mati diatas perkara yang tidak disunnahkan oleh Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Demi Allah, aku tidak meninggalkan emas dan perak pada seorang manusia pun, selain apa yang ada dipedangku ini. Maka kafanilah aku (wahai manusia) dengannya.”
    Dari Sufyan bin Unayah, beliau mengatakan, “Masruq meninggal pada 63 hijrah, dia adalah seorang yang tsiqah dan memiliki riwayat hadis yang benar.”  Sedangkan menurut riwayat Nu’aim, beliau mengatakan “Beliau (Masruq) meninggal pada 62 hijrah.” Sementara menurut Yahya bin Bukair, Ibnu Sa’ad dan Ibnu Numair, beliau meninggal pada 63 hijriah.” 

Penilaian Ulama Terhadap Masruq bin Al - Ajda

    Penilaian ulama terhadap Masruq bin al – Ajda. Dari Hanabil bin Ishaq, dari Ahmad bin hanabil, berkata Sufyan bin Uyainah, “Tidak ada yang lebih utama setelah Alqamah dari Masruq.”  Yahya bin Ma’in mengatakan, Masruq adalah seorang yang tsiqah.  Demikian juga al-Ijly dan Muhammad bin Sa’di mengatakan ketsiqahan Masruq bin al-Ajda.  Dari riwayat dan komentar ulama - ulama tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa, Masruq bin al-Ajda adalah periwayat hadis yang shahih dan diterima riwayat hadisnya.

Lainnya👉

Diberdayakan oleh Blogger.